Legenda PSM Ali Baba Tutup Usia

Legenda PSM Ali Baba Tutup Usia
Mantan penggawa PSM Makassar tahun 1990-an, Ali Baba (kiri bawah)

KabarMakassar.com -- Mantan penggawa PSM Makassar, Ali Baba tutup usia pada hari ini, Selasa (9/7). Ali Baba meninggal di kediamannya, di Perumahan Permata Mutiara, Jl Daeng Tata Makassar.

Mantan penasehat teknik PSM, Najib Latandang, turut hadir dalam pemakaman Ali Baba. Najib pun mulai membuka kenangan bersama Ali Baba yang bergabung dengan PSM sejak tahun 90-an.

Salah satunya, momen Liga Dunhill 1995 kala PSM bertandang ke markas Barito Putera. Waktu itu, Najib bertindak sebagai pelatih PSM dan Ali sebagai pemainnya.

"Kita lawan Barito masih di Stadion Banjarmasin. Ribut kita di sana. Padahal Ali saat itu masih baru-barunya. Karena namanya tengah menanjak," ucap Najib.

Usai terjadi keributan di tengah pertandingan, kata Najib, Ali memukul salah satu pemain Barito Putera hingga pemain itu terkapar.

Suporter tuan rumah yang mengetahui kejadian tersebut langsung masuk ke dalam lapangan.

Alhasil, Ali saat itu jadi bulan-bulanan suporter Barito Putera.

"Saya lihat Ali sampai diinjak-injak sama penonton. Tapi karena dia tangguh, dia bisa melawan dan berhasil keluar lapangan," sambung Najib.

Bukan hanya di lapangan saja, Najib mengaku penonton tuan rumah sampai pemain PSM hingga tempat penginapan.

"Kalau tidak salah dihentikan pada babak pertama. Kita hanya setengah main dan lanjut di Gresik," terangnya.

Lain lagi dengan pengamat sepak bola Sulawesi Selatan, Syamsuddin Umar, yang juga hadir di kediaman almarhum Ali Baba.

Syamsudin Umar yang juga pernah satu tim dengan Ali Baba di PSM Makassar, mengatakan masih menyimpan banyak kenangan manis dengan Ali.

"Dia (Ali) itu pemain yang pekerja keras. Dia juga sangat disiplin kalau latihan," ucap Syamsuddin Umar.

Yang paling disukai Syamsuddin Umar, menurutnya adalah ketika Ali dituntut untuk menjaga striker lawan.

"Dia pemain belakang yang sangat tangguh. Kalau striker lawan disuruh untuk matikan, dia betul-betul jaga," kenangnya.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Ali Baba diketahui menderita tumor hati dan kelenjar betih gening sejak 2018.

Meski sampai sekarang belum ada konfirmasi resmi dari pihak keluarga.

Selepas gantung sepatu, ia terdaftar sebagai salah satu dosen Universitas di Makassar, Universitas YPUP.

Karier Ali Baba
-Berposisi sebagai gelandang PSM 1990-an
-Asisten pelatih PSM (2012)
-Pengamat sepak bola
-Dosen di STIE YPUP Makassar
-Dosen Kopertis yang di perbantukan di Jurusan Manajemen STIEM Bongaya


 

Penulis : Redaksi

Editor : Prisatno