Perusda
Bank SUlsel Bar

Industri 4.0 Antarkan Yahya Jadi Guru Besar Ke-83 UNM

Terbit 14/3/18 Oleh Uslimin
Industri 4.0 Antarkan Yahya Jadi Guru Besar Ke-83 UNM
Pengukuhan Prof Dr H Muhammad Yahya, M.Kes, M.,Eng. dikukuhkan oleh Rektor UNM, Prof Dr H Husain Syam, MTP.

KabarMakassar.Com — Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menambah jajaran Guru Besarnya. Itu setelah Prof Dr H Muhammad Yahya, MKes, MEng, dikukuhkan oleh Rektor UNM, Prof Dr H Husain Syam, MTP. 

Dalam catatan Senat UNM, Dekan Fakultas Teknik itu tercatat sebagai Guru Besar ke-83 yang masih aktif. Dia dikukuhkan di Ballroom Teather Phinisi, Rabu, 14 Maret 2018, dalam bidang Ilmu Pendidikan Kejuruan Fakultas Teknik UNM.

Pengukuhan Yahya berlangsung dalam sidang senat terbuka oleh Senat UNM yang dipimpin Rektor, Prof Husain Syam. Di saat bersamaan, sebagian ruas jalan AP Pettarani masih terendam air. Termasuk ruas jalan di depan Menara Phinisi. Gedung yang kini telah menjadi ikon Makassar tersebut, aman dari rendaman air meski posisi basementnya lebih rendah dari badan jalan AP Pettarani.

Dalam orasi pengukuhannya, Yahya mengulas Tantangan dan Peluang Perkembangan Pendidikan Kejuruan Indonesia di Era Industri 4.0.

"Industri 4.0 banyak membawa perubahan dalam kehidupan. Industri secara fundamental telah mengubah cara beraktivitas manusia dan memberikan pengaruh yang besar terhadap dunia kerja. Pengaruh positif 4.0 berupa efektivitas dan efisiensi sumber daya dan biaya produksi," ungkap Yahya.

Menurutnya, di era industri 4.0 pendidikan tinggi harus mampu membekali alumninya dengan tiga literasi. Yakni, literasi digital, literasi teknologi, dan literasi manusia.

"Industri 4.0 membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dalam literasi digital, teknologi, dan literasi manusia," tambahnya.

Rektor UNM dalam sambutannya mengaku bangga atas pencapaian yang telah diraih. Sebab,  penelitian yang diangkat Yahya sejalan kebijakan Menristek Dikti yang mendorong semua perguruan tinggi untuk melakukan revolusi industri.

"Prof Yahya ini merupakan salah satu Guru Besar terbaik. Apalagi orasi yang ia sampaikan sejalan kebijakan Menristek Dikti yang mendorong semua perguruan tinggi menyambut revolusi industri 4.0," kata Rektor. (*)