Kanrerong Bakal Ditata Ulang, Pedagang Kesulitan Cari Pelanggan Baru

Kanrerong Bakal Ditata Ulang, Pedagang Kesulitan Cari Pelanggan Baru
Kawasan Kanrerong bakal di tata ulang

KabarMakassar.com -- Pernyataan Pj Wali Kota Makassar, M Iqbal S Suhaeb, yang mengatakan akan menata ulang Kawasan Kuliner Kanrerong di Karebosi karena dinilai terlalu padat, direspon oleh sejumlah pedagang yang berjualan di kawasan tersebut. 

Sari salah satunya, ia dan suaminya setiap harinya berjualan di kawasan Kanrerong merasa tidak setuju jika tempatnya berjualan saat ini, itu dibongkar kembali.

Ia mengaku sudah tujuh bulan berjualan di kawasan tersebut dan merasakan susahnya mencari pelanggan (pembeli). 

Saat di wawancara oleh reporter KabarMakassar.com, Sari mengatakan khawatir akan kehilangan pelanggan ketika tempat berjualanya saat ini itu dibongkar kembali.

"Cari pembeli itu susah, orang di kantor itu gampang bicara. Saya sudah tujuh bulan disini berjuang, kenapa tidak dari awal dia rombak. Saya dari Januari disini, saya tunggu pembeli dari pagi sampai malam hanya seribuh rupiah, sekarang-sekarangpi ini baru mulai ada didapat. Tapi kalau di rombak lagi otomatis akan berubah, dari awal lagi," kata Sari saat dijumpai di tempat jualannya, Rabu (3/7). 

Sari juga menyampaikan agar pemerintah melibatkan mereka dalam setiap mengambil kebijakan, apalagi ini menyangkut soal tempat mereka mengais rejeki. 

"Saya itu sembilan orang kubiayai. Dari siniji kita berharap, jadi kalau mau rombak ini tempat libatkan kami ini penjual disini. Diskusi dulu dengan kami jangan ambil kebijakan sendiri," harap Sari. 

Hal serupa juga di ungkapkan Daeng Serang, ia mengaku kesulitan mendapatkan pembeli di kawasan Kanrerong berbeda dari tempat sebelumnya berjualan di jalan A. P. Pettarani.

"Susah dapat pembeli disini, beda dari tempatku dulu jualan di Pettarani. Itu di sebelah penjual bubur tutupmi karena jarang pembeli," terang Daeng Serang yang sehari-harinya menjual es kelapa. 

Berbeda dengan Aldi, yang setiap harinya berjualan kopi dan minuman dingin lainya, ia merasa kurangnya pembeli atau pengunjung di akibatkan penataan parkiran yang tidak bagus dan juga mahal.

"Disini kalau saya liat, orang malas masuk karena parkiran, sudah mahal bingung lagi orang liat mau lewat mana masuk apalagi di tutup lagi itu jalanan yang sempat di jadikan parkiran," ungkapnya. 

Aldi menceritakan jika pernah ada kejadian, seorang pengunjung yang masuk kesana membayar parkiran hingga ratusan ribuh. 

"Disini parkiranya juga mahal, pasti orang berpikir mau nongkrong disini karena di hitung perjam parkiranya beda dengan di Pasar Segar, bayar parkir 3 ribu sampe puas moko nongkrong. Dulu pernah ada bapak-bapak keberatan karena di suruh bayar 150 ribu" tutur Aldi. 

Sebelumnya Iqbal, Pj Wali Kota Makassar mengatakan akan menata ulang kawasan Kanrerong karena dinilai padat dan sebagian lainnya mubazzir. 

“Itu memang mau dirapikan karena terlalu padat dan banyak yang sama jadi mubazzir. Jadi, ada kebijakan Dinas Koperasi untuk menata dia (Kanrerong) tidak terlalu padat supaya lebih variatif,” ungkap Iqbal saat di wawancara, Senin (1/7). 

Iqbal juga mengaku setelah melakukan evaluasi ia menemukan sebagian besar pedagang menjual makanan ringan dan itu tidak sesuai peruntukanya, dimana kawasan Kanrerong didesain untuk dijadikan kawasan kuliner di Kota Makassar. 

“Dikurangi dan dipindahkan ke beberapa titik lain. Akan di tawarkan ke beberapa Kecamatan,” jelasnya.

Penulis : Isak Pasa'buan

Editor : Prisatno