Tuntutan Tidak Dipenuhi, AMDAS Rongkong Kembali Berunjuk Rasa

Tuntutan Tidak Dipenuhi, AMDAS Rongkong Kembali Berunjuk Rasa
Massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Daerah Aliran Sungai Rongkong (Amdas Rongkong) kembali melakukan aksi unjuk rasa, di Kelurahan Salassa.

KabarMakassar.com -- Massa yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Daerah Aliran Sungai Rongkong (Amdas Rongkong) kembali melakukan aksi unjuk rasa, di Kelurahan Salassa, Rabu (26/6). Sebelumnya, Amdas Rongkong juga pernah melakukan aksi yang sama di Kantor Bupati dan Gedung DPRD Luwu Utara (Lutra), Februari lalu.

Didit Pradana (Jenderal Lapangan) yang ditemui usai aksi mengungkapkan bahwa selama empat tahun kepemimpinan Bupati Luwu Utara, Sungai Rongkong sampai hari ini tidak mendapat perhatian besar oleh pemerintah.

"Kecemasan masyarakat yang selama ini ada, itu dimanfaatkan oleh elit-elit politik, bukan hanya Bupati saja tapi ada beberapa elit-elit politik yang memanfaatkan hal tersebut sehingga menjadi kebohongan-kebohongan. 

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa, "Masyarakat dilenakan, bahwa mereka ketika terpilih mereka akan membuat turap, pengerukan. Pada faktanya itu semua janji-janji politik yang tidak terealisasi sampai hari ini. Tentu hal itu kita sesalkan."

Massa aksi juga menyoroti galian tambang yang terjadi. Menurutnya, ada beberapa lokasi yang seharusnya tidak dilakukan aktivitas tambang galian C.

"Termasuk di atas jembatan, yang jaraknya sekitar 300 meter dari jembatan, kalau kita melihat secara objektif bahwa itu sangat berbahaya bagi lingkungan sekitar. Apalagi itu bisa merusak jembatan Sabbang karena adanya aktivitas tambang tersebut, harusnya pemerintah meninjau ulang terkait pemberian izin tersebut," ujarnya.

Selain itu, Didit juga mengeluhkan pengerukan Sungai Rongkong yang tidak dilakukan di tengah aliran sungai. "Kami disini menuntut agar pengerukan dilakukan pas di tengah sungai sehingga air tidak langsung menabrak ke pemukiman masyarakat dan menghantam perkebunan milik masyarakat."

Menurutnya, beberapa hari ke depan Amdas Rongkong akan melakukan konsolidasi dan melibatkan daerah-daerah yang terdampak aliran Sungai Rongkong, dan akan membawa tuntutan mereka ke Bupati Lutra.

Sementara itu, Sri Rahayu B. Y. Kepala Seksi Pengelolaan Sungai, Pantai dan Air Baku saat ditemui di ruangannya mengungkapkan bahwa butuh waktu bagi pihaknya untuk melakukan normalisasi. 

"Kita berusaha agar air ke tengah jadi nda menghantam ke kiri sungai, nda menghantam ke Salassa. Kita usahakan aliran ke tengah airnya," ujarnya.

Ada tiga tuntutan yang disuarakan masa aksi, yaitu

1. Normalisasi Sungai Rongkong
2. Penetapan Garis Sempadan Sungai Rongkong
3. Penertiban tambang galian.

Penulis : Indah Sari

Editor : Prisatno