Disdukcapil Makassar Gelar Razia Penumpang Kapal Tak Punya KTP

Disdukcapil Makassar Gelar Razia Penumpang Kapal Tak Punya KTP
Razia KTP di Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar dilakukan Disdukcapil Kota Makassar, Senin (17/6).

KabarMakassar.com -- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Makassar melakukan pemeriksaan terhadap ratusan penumpang kapal laut yang baru tiba di pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Senin (17/6).

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendata warga atau pendatang baru untuk mengaduh nasib di kota Makassar pasca liburan Idul Fitri. 

Kepala Bidang Pengelolahan Informasi Disdukcapil Makassar Chaidir mengatakan bahwa operasi tersebut dilakukan untuk mendata warga ilegal yang masuk baru saja tiba Makassar.

"Tujuan operasi yustisi ini untuk mendata warga yang baru tiba di Makassar apakah dia memiliki dokumen kependudukan ataukah tidak," ucapnya saat wawancara. 

Penumpang yang turun dari kapal satu- persatu di data dan diperiksa kelengkapan dokumen kependudukannya (KTP) oleh petugas Disdukcapil kota Makassar.

Lanjut di jelaskan bahwa pemerintah Kota Makassar melalui Disdukcapil akan terus melakukan operasi Yustisi guna menghindari adanya warga yang tinggal di Kota Makassar secara ilegal. 

Dalam operasi yustisi ini ratusan penumpang kapal yang datang dari Jawa Timur dan Surabaya tidak memiliki dokumen-dokumen kependudukan untuk tinggal di Kota Makassar. 

Untuk itu Disdukcapil Kota Makassar memberikan arahan ke mereka untuk segera melengkapi berkas kependudukanya dengan batasan waktu hingga satu bulan kedepan.

Sebelumnya Pj Wali Kota Makassar, M Iqbal S Suhaeb juga menyampaiakan kepada Lurah dan RT/RW di Kota Makassar agar mendata apabila ada warga baru yang akan menetap di sekitar wilayahnya. 

"Kami sampaiakan kepada Lurah, dan RT/RW jikalau ada penambahan warga supaya di data," ucap Iqbal. 

Hal ini dilakukan agar setiap warga yang masuk di Kota Makassar bisa tertib administrasi, pasalnya tidak ada aturan yang melarang orang masuk dan keluar dari Kota Makassar. 

"Supaya bisa tertip administrasi. Sebab tidak ada yang bisa melarang orang datang di Makassar. Makassar terbuka bagi siapa saja dan Makassar juga terbuka untuk orang yang mau meninggalkan Makassar," jelas Iqbal.

Penulis : Isak Pasa'buan

Editor : Fritz Wongkar