Dadang: Jangan Biarkan Bahasa Indonesia Hilang di Negeri Sendiri

Dadang: Jangan Biarkan Bahasa Indonesia Hilang di Negeri Sendiri
Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Dadang Sunendar.

KabarMakassar.com -- Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Dadang Sunendar mengatakan, pentingnya menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara.

Ia berharap agar Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara digunakan diruang publik ataupun dimedia massa dalam menegakkan kedaulatan Bahasa Indonesia. 

"Bagi kita semuanya khususnya lingkungan Sulselbar, tentang pengutamaan Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara di ruang publik. Jadi penguatan Bahasa Indonesia harus di munculkan diruang publik yah," kata Dadang usai kegiatan sosialisasi pengutamaan bahasa Negara di media massa di Balai Bahasa Sulsel, Senin (17/06).

Ia menyayangkan semua penyampaian informasih baik Pamflet pengumuman, spanduk, nama apartemen, ataupun pemukiman beramai-ramai menggunakan bahasa Asing. 

Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam UU No.24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, lambang bahasa, serta lagu kebangsaan, khususnya dalam bidang bahasa dengan jelas disebutkan nama jalan, nama pemukiman, apartemen, dan lain-lain harus menggunakan bahasa Indonesia.

"Jangan sampai kedaulatan bahasa Indonesia yah hilang di Indonesia sendiri," ucapnya. 

Olehnya itu, ia meminta bantuan media massa menyuarakan lebih luas lagi kepada seluruh masyakat, serta tidak berhenti menghimbau agar pimpinan Daerah seperti Gubernur, Bupati, Wali Kota semuanya memiliki kepedulian penggunaan bahasa terhadap ruang publik.

Dadang menyebut bahwa pihaknya bukan anti bahasa asing, akan tetapi slogannya mengutamakan bahasa Indonesia. lestarikan Bahasa Daerah dan kuasai Bahasa Asing, tapi penempatannya harus betul.

Menurut hasil penelitian yang ia lakukan akhir-akhir ini sudah banyak yang menggunakan bahasa asing dan menurutnya ini adalah tanggung jawanb kita bersama, bagaimana kita mengutamakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi sehari-hari. 

"Sebagian orang telah menggunakan bahasa asing, nah itulah yang harus kita benahi secara bersama-sama baik dari media, balai bahasa maupun pemerintah setempat," pesannya. 

Adapun upaya yang telah ia lakukan yakni kordinasi dengan pemerintah setempat melalui penyuluhan-penyuluhan bahasa.

Terkhususnya dengan pengembang ia mengaku belum melakukan kordinasi tapi pihak pemerintah telah berjanji membantu untuk membuat edaran sehingga keutamaan bahasa indonesia tetap di utamakan.

"Kami mengusulkan di Pemda Sulselbar ini, ada perturan Daerah atau peraturan  Gubernur tentang  pengutamaan bahasa Negara  dan pelestarian bahasa sastra dan daerah," tutupnya.
 

Penulis : Isak Pasa'buan

Editor : Fritz Wongkar