Terlihat Kumuh, Begini Kondisi Terminal Regional Daya

Terlihat Kumuh, Begini Kondisi Terminal Regional Daya
Pantauan dilokasi terminal Daya sampah berserakan dan terlihat ada beberapa gedung terminal yang kelihatanya sudah mulia rusak dan kelihatan tidak terawat lagi. Senin (17/6). (Foto: Isak)

KabarMakassar.com -- Terminal Regional Daya menuai sorotan dari pengunjung dan pengamat Transportasi. Mereka menilai jika Terminal Daya kelihatan kumuh dan tidak terawat. 

Demianus salah satu pengunjung terminal yang akan berangkat ke Tanah Toraja mengatakan jika dirinya merasa tidak nyaman berada di terminal Daya pasalnya banyak penjual yang menawarkan minuman kepada dirinya akan tetapi kesanya seperti memaksa.

"Disini kurang nyaman, banyak penjual yang tawariki minuman sama buah-buahan tapi kesannya kayak memaksa," ucapnya sembari menunggu mobilnya datang. Senin (17/6).

Hal yang sama juga di ungkapkan oleh salah satu pengunjung yang hendak berangkat ke Kota Palopo namun enggan disebutkan namanya, ia mengatakan jika dirinya sempat protes saat hendak masuk terminal pasalnya ia dan adiknya dimintai uang masuk sebesar lima ribu rupiah oleh petugas terminal, padahal hanya di antar. 

"Itu juga di depan tadi. Pas saya mau masuk terminal dia minta uang padahal masukji di antar karena saya tidak bisa bawa barangku karena banyak," ucapnya saat wawancara. 

Selain itu dari pantauan dilokasi (terminal Daya) terlihat ada beberapa gedung terminal yang kelihatannya sudah mulia rusak dan kelihatan tidak terawat lagi.

Sementara pengamat transportasi Lambang Basri Said mengatakan jika hal ini disebabkan oleh banyaknya kendaraan angkutan daerah yang lebih memilih parkir diluar daripada masuk di terminal untuk parkirkan kendaraanya, selain itu ia menilai jika pihak pengelola terminal juga kurang maksimal dalam memberikan pelayanan.

"Misalnya pengguna (penumpang) banyak kendaraan diluar bisa dimanfaatkan. dampaknya orang tidak mau masuk terminal. Kemudian pengelola terminal juga tidak maksimal dalam memberikan pelayanan yang baik jadi ketemu semua. Jadi mesti itu didorang kembali agar peran dan fungsinya terminal kembali," ucapnya saat ditanyai.

Ia juga menilai jika moral dan mental yang tumbuh selama ini yang menganggap terminal itu tidak penting padahal menurutnya itu dapat menganggu sistem pelayanan transportasi yang berkaitan dengan pemanfaatan jaringan jalan. 

"Itukan di depan sudah kelihatan kumuh, kelihatan tidak teratur, lalu kemudian harusnya ada retribusi dan segala macam sementara ada yang kelola terminal jadinya menganggur kan apa itu kalau hanya layani bus besar itu, mestinya semua pihak," terangnya. 

Basri juga meminta agar Gubernur dan Wali Kota untuk memanfatkan peran perguruan tinggi dalam rangka mengkaji seperti apa dan bagaimana semestinya pengelolaan transportasi publik yang baik untuk masyarakat.

Penulis : Syarief Kate

Editor : Prisatno