11 Pelaku Pengrusakan Kantor Pengadilan Bulukumba Ditangkap

11 Pelaku Pengrusakan Kantor Pengadilan Bulukumba Ditangkap
Kantor Pengadilan Bulukumba didemo warga, 11 pelaku pengrusakan di tangkap, Selasa (11/6).

KabarMakassar.com -- Pasca pengerusakan Kantor Pengadilan Negeri Bulukumba, pada Selasa (11/6) kemarin, Kepolisian Resort (Polres) Bulukumba mengamankan 11 terduga pelaku pengrusakan. Hal tersebut diungkapkan Kapolres Bulukumba, AKBP Syamsu Ridwan yang dikonfirmasi melalui telpon selularnya.

"Ada 11 orang kita tahan, mereka sekarang sedang diambil keteranganya di ruang Reskrim Polres Bulukumba," kata Syamsu Ridwan.

Dari keterangan beberapa saksi dilapangan, beberapa massa membawa sejumlah senjata tajam, seperti badik dan Taji. 

Mantan Kapolres Selayar itu mengaku, anggotanya saat ini sedang mendalami kasus tersebut, dengan melakukan pengecekan pada Closed-Circuit Television (CCTV) yang terpasang di kantor Pengadilan Negeri.

"Kita masih mendalami kasus ini, kita akan pantau CCTV siapa saja yang melakukan pengerusakan kantor Pengadilan Negeri Bulukumba," katanya.

Sementara untuk 11 orang tersebut kini telah berada di Mapolres Bulukumba untuk diambil keterangannya. Kasus pengerusakan kantor yang berada di jalan Kenari Bulukumba, oleh puluhan massa itu merupakan buntut balas dendam.

Massa merupakan keluarga korban, Syahrul yang meningal dunia karena ditikam badik sebanyak 13 tusukan, di Dusun Ponci, Desa Taccorong, Kecamatan Gantarang beberapa waktu lalu.

Keluarga korban yang sedari pagi telah menunggu empat terdakwa, yakni Muh Ridwan (17), A Dedi Mappamadeng (28) alias Dedi, Laode Mauliding alias Alif (21) dan Wahyuda alias Yuda (19). Mereka berusaha balas dendam, pasca sidang ketiga dengan agenda pemeriksaan saksi.

Namun usaha mereka gagal, karena ketatnya pengawalan kepolisian dan berhasil mengamankan keempat terdakwa tersebut. Alhasil kantor Pengadilan Negeri menjadi tempat pelampiasan amarah.

Akibat amukan massa tersebut, kantor pengadilan rusak parah, beberapa pot rusak, serta kaca jendela dan pintu pecak akibat dilempar batu.

Kasi Pidana Umum, Kejaksaan Bulukumba, I Made Pasek yang ditemui mengaku, jika Sidang kali ini merupakan yang ketiga kalinya. Dengan agenda sidang pemeriksaan saksi.

"Kita tidak sangka bisa seperti ini, yang pasti kita rencananya akan lakukan sidang kembali selasa 18 Juni nanti dengan agenda yang sama," ujarnya.


 

Penulis : Fitriani Lestari

Editor : Fritz Wongkar