Divisi Legal: Keliru Nilai Perusda Sulsel Tanpa Gebrakan

Divisi Legal: Keliru Nilai Perusda Sulsel Tanpa Gebrakan
Dirut Perusda Sulsel, Taufik Fachrudin (Ist).

KabarMakassar.com -- Penilaian dari beberapa pihak Perusda Sulsel dibawah kepemimpinan Taufik Fachrudin tanpa gebrakan adalah penilaian yang subyektif dan keliru, bahkan cenderung mengada-ada. Hal tersebut ditegaskan Divisi Legal Perusda MS Baso DN menanggapi adanya statement beberapa pihak yang memberikan penilaian terhadap kinerja Dirut Perusda Sulsel.

"Penilaian itu sangat subyektif dan tidak tahu menahu bagaimana kondisi Perusda Sulsel selama ini, sebelum dipimpin Dirut saat ini. Ibarat benang sangat kusut dan banyak masalah. Perlahan tapi pasti sejak dipimpin Taufik Fachrudin, berbagai masalah dilakukan pembenahan dan telah dilakukan kerjasama dengan sejumlah pihak, dan dalam waktu tidak lama lagi akan memberikan kontribusi positif bagi pendapatan asli daerah (PAD) Pemprov Sulsel," tegas Baso.

Lebih jauh dijelaskan, dirinya yang berada di Divisi Legal sangat mengetahui persis bagaimana kondisi Perusda selama dipimpin beberapa direksi sebelumnya, termasuk dari hasil pemeriksaan yang dilakukan aparat pemeriksa baik oleh Inspektorat maupun dari pihak BPKP Sulsel, yang kesemuanya memberikan penilaian kondisi Perusda selama ini tidak 'sehat', bahkan berpotensi merugikan keuangan negara/pemerintah. 

Olehnya itu, langkah awal yang dilakukan Direksi dan Badan Pengawas yang baru saat ini adalah melakukan pembenahan internal, baik manajemen maupun personil yang tergabung dalam Perusda Sulsel dan hasilnya hanya beberapa bulan saja dipimpin Dirut saat ini mampu melakukan pembenahan internal serta dilakukan sejumlah memorandum of understanding (MOU) dengan beberapa investor melakukan kerjasama diberbagai bidang usaha.

"Saat ini sudah ada kurang lebih 10 MOU yang  dilakukan dengan pihak investor dari berbagai bidang unit usaha dan kesemuanya itu akan memberikan kontribusi PAD bagi Pemprov Sulsel," jelas Baso.

Gebrakan lainnya menurut Baso, Perusda Sulsel dalam waktu dekat ini akan berubah menjadi Perseroan Daerah yang ranperdanya saat ini lagi dibahas di DPRD Sulsel. Disamping itu, dalam waktu dekat ini, Perusda Sulsel akan mengelola perparkiran yang titik titik parkirnya merupakan aset milik Pemprov Sulsel diantara rumah sakit milik dan aset aset milik Pemprov Sulsel yang selama ini tidak pernah dikelola oleh direksi direksi sebelumnya, padahal potensi PAD cukup besar. Belum lagi sejumlah unit usaha lain yang akan dikelola dan dikembangkan oleh Direksi saat ini.

"Kondisi Perusda Sulsel saat dilakukan 'take over' oleh direksi baru saat ini tidak dikelola secara profesional, baik pengelolaan keuangan maupun aset. Kondisinya tidak semudah membalik telapak tangan. Dan saat ini perubahan nyata sudah didepan mata, jadi coba buka jendela mata dan hati melihat perubahan dan terobosan yang dilakukan Direksi dan Badan Pengawas saat ini," tegas Baso.

Menyinggung masalah adanya desakan berbagai pihak yang mendorong Dirut Perusda Sulsel Taufik Fachrudin untuk maju sebagai calon walikota Makassar periode 2020-2025, menurutnya adalah hak setiap orang untuk memberikan ruang dan harapan. Namun yang pasti hingga detik ini, dirinya melihat pimpinannya masih fokus menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Dirut Perusda Sulsel.

"Dari berbagai interaksi dan komunikasi dengan pak Dirut (Taufik Fachrudin), belum pernah sekalipun menyatakan sikap untuk maju menjadi calon walikota Makassar. Jadi tidak perlu dikait kaitkan posisi Dirut Perusda Sulsel dengan Pilwali Makassar. Politik itu momentum, ada saat yang tepat membicarakan dan membahas hal tersebut," tegas Baso.
 

Penulis : Arien Pranawa AB

Editor : Fritz Wongkar