Luwu Timur Siap Adopsi Rest Area Berkonsep Jepang

Luwu Timur Siap Adopsi Rest Area Berkonsep Jepang
Thorig Husler, Bupati Luwu Timur menerima tamu dari Jepang, Menteri Kabinet Jepang dan dari Kedutaan Besar Jepang di Jakarta.

KabarMakassar.com -- Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (NA) memaparkan konsep tempat peristirahatan (rest area) "Michi-no-Eki" yang telah sukses dikembangkan oleh Pemerintah Jepang. Konsep itu akan diadopsi oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) dan akan dibangun di sepuluh daerah.

"Luwu Timur paling siap. Selain letaknya strategis, juga telah tersedia lokasi yang tepat di jalur segitiga Tarengge di Kecamatan Wotu. Di lokasi itu sudah ada bangunan pasarnya jadi tinggal menambahkan beberapa bangunan pendukung, sehingga jadilah rest area 'Michi-no-Eki'," jelas Thorig Husler, Bupati Luwu Timur.

Menurutnya, Luwu Timur sangat siap untuk pengembangan dan pengelolaan "Michi-no-Eki".

"Saya sangat berharap dukungan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Gubernur untuk menempatkan rest area 'Michi-no-Eki' di Luwu Timur," tambahnya.

Dimana menurut NA, "Michi-no-Eki" merupakan konsep rest area yang nyaman, yang di dalamnya terdapat supermarket khusus produk lokal yang menjual produk pertanian secara luas dan hasil produk UKM masyarakat. Bukan seperti supermarket yang dikelola pengusaha besar, tetapi lebih kepada kelompok masyarakat. Makanya, disebut berbasis pemberdayaan masyarakat. 

"Langkah awal kita akan membuat grand desain dan akan kita bangun sepuluh 'Michi-no-Eki' di beberapa daerah di Sulsel. Namun, sebelum itu kita juga harus lakukan studi ke beberapa "Michi-no-Eki" di Jepang," kata NA.

NA menambahkan jika konsep ini bagus untuk menjawab ketimpangan harga antar petani dan pasar. Kita akan lakukan modifikasi sesuai karateristik kita di Sulsel. 

"Saya minta ada pendampingan untuk program ini," pungkas NA.
 

Penulis : Indah Sari

Editor : Fritz Wongkar