Tahun Politik yang Lagi Hangat, Nasabah Tidak Surut Untuk Berinvestasi

Tahun Politik yang Lagi Hangat, Nasabah Tidak Surut Untuk Berinvestasi
Foto: Kezia Pingkan Debry Massie, Branch Manager PT. Solid Gold Berjangka. Rabu (15/5)

KabarMakassar.com -- Dari tahun 2018, Solid Gold Berjangka mencetak pertumbuhan kinerja yang menggembirakan. Total volume transaksi mencapai 377,792 lot atau meningkat 33,17% dibandingkan tahun sebelumnya (2017) sebesar 283,702 lot. 

Peningkatan tersebut didorong oleh Pertumbuhan volume transaksi bilateral (SPA/Sistim Perdagangan Alternatif) sebesar 37,18%, menjadi 344,016 lot, sementara hasil volume transaksi multilateral (komoditi) naik tipis 2,60% dari tahun sebelumnya sebesar 32,920 lot. 

Pertumbuhan yang positif ini tak lepas dari dukungan kestabilan pasar dan harga komoditas terutama pada emas, kakao dan olein. Meski di tengah tahun politik yang menghangat, pertumbuhan tersebut telah membuktikan bahwa nasabah tidak surut untuk berinvestasi di instrument perdagangan berjangka. 

”Kami bangga dengan pencapaian di tahun 2018, ini menunjukkan bahwa pasar industri berjangka terus berkembang dan memiliki potensi yang luas. Selain itu, membuktikan bahwa kekuatan tim SGB berhasil meraih target dengan pertumbuhan yang positif, ”ungkap Kezia Pingkan Debry Massie, Branch Manager PT. Solid Gold Berjangka. Rabu (15/5)

Hingga akhir Desember 2018, total nasabah baru SGB tercatat mencapai 1.139 nasabah. Hal ini mengalami peningkatan sebesar 31,52% dibandingkan tahun 2017 sebanyak 866 nasabah baru. Catatan positif ini menunjukkan tingkat kepercayaan nasabah yang semakin kuat terhadap SGB serta dukungan yang besar dari seluruh karyawan dan para stakeholder. "

Saat ini SGB tercatat sudah memiliki 1 kantor pusat di Jakarta, dan 5 kantor cabang di Jakarta, Semarang, Lampung, Makassar dan Denpasar. Ke depan, Perseroan berencana akan memperluas ekspansi ke beberapa kota besar Iainnya untuk menjangkau nasabah secara Iebih dekat. 

Untuk meningkatkan layanan dan transparansi, SGB juga telah memfasilitasi sistem pelaporan transaksi perdagangan berjangka melalui SITNA atau Sistem Informasi Transaksi Nasabah yang disediakan oleh Kliring Berjangka Indonesia dan Bursa Berjangka Jakarta. 

Kezia mengatakan, dengan adanya SITNA, setiap transaksi kontrak berjangka yang tercatat di bursa berjangka dapat dipantau oleh nasabah kapan pun dan di mana puani menjadi wujud komitmen Perseroan dari sisi transparansi. 

Selanjutnya, dalam rangka memperkuat penetrasi pasar, SGB mulai melakukan edukasi untuk meningkatkan literasi terhadap produk investasi derivatif sekaligus memperbesar size industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) seiring minat yang tinggi dari para investor. Edukasi tidak hanya diberikan kepada calon nasabah tetapi juga kepada para pekerja media dan masyarakat umum nantinya. Dengan demikian, diharapkan ruang pertumbuhan bagi para pelaku industri pun semakin luas. 

"Keberlanjutan dan pertumbuhan industri Perdagangan Berjangka Komoditi tak Iepas dari generasi muda. Oleh karena itu mulai sekarang. SGB pun sudah bergegas mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang andal dan profesional untuk membangun era baru industri Perdagangan Berjangka Komoditi di masa depan," jelas Kezia.

Penulis : Isak Pasa'buan

Editor : Prisatno