DPRD Tana Toraja Menilai PT Malea Merugikan Masyarakat Sekitar

DPRD Tana Toraja Menilai PT Malea Merugikan Masyarakat Sekitar
Foto: Komisi III DPRD Tana Toraja melakukan pemanggilan Terhadap penanggung jawab PT Malea Terkait dengan demo yang di lakukan masyarakat Lembang Baukayu kecamatan Bongga karadeng beberapa waktu yang lalu. Senin (13/5)

KabarMakassar.com -- Komisi III DPRD Tana Toraja melakukan pemanggilan Terhadap penanggung jawab PT Malea Terkait dengan demo yang di lakukan masyarakat Lembang Baukayu kecamatan Bongga karadeng beberapa waktu yang lalu. 

Di hadapan Manajer PT Malea Syakur, Paulus Paonganan (Anggota DPRD Tana Toraja) mengatakan bahwa di PT Malea itu ada beberapa masalah yang sangat merugikan masyarakat.

- Penyempitan Bantaran sungai,
- semburan air turbin yang membuat masyarakat sekitar harus menggunakan mantel saat memetik kopinya karena hamburan air  .
- Limba tambang yang membuat ikan dan ternak masyarakat mati, akibat zat kimia dari PT Malea di buang ke sungai. 
- dan dua jembatan yang hanyut .
  

Sementara itu anggota DPRD Tana Toraja Randan Sampe Toding menyatakan bahwa PT Malea itu hanya menerima upah dan tidak ada pengembaliannya. Selain itu PT Malea juga tidak ada niat untuk menghijaukan kembali lingkungan. 

Kita lihat bukti-bukti yang lembang perlihatkan cara- cara kerja PT Malea memang melakukan penyempitan bantaran sungai. Jelas Randan. 

Sementara itu Amir Loga mengatakan bahwa di sana itu ada banyak ikan masyarakat yang terkena racun dan ternak-ternak masyarakat yang mati akibat air limba yang di buang PT Malea ke sungai. Amir menambahkan di sana itu terlalu banyak keuntungan yang mereka peroleh namun tidak ada satu sen pun untuk masyarakat. 

Lanjut Amir Loga ada banyak tumpukan-tumpukan material yang membuat penyempitan bantaran sungai. Sehingga mengakibatkan luap air dan masuk kebun warga. Di sana juga ada pembangunan turbin yang pengaruhnya sangat besar kepada masyarakat ". Tutup Amir Loga

Menurut Paulus saat masyarakat yang berada di kebun harus menggunakan mantel karena airnya sudah terkontaminasi dan menimbulkan penyakit. "Jelas Amir loga. 

Ketua komisi III DPRD Tana Toraja Kristian HP Lambe mengatakan bahwa "kami dari pihak DPRD Meminta dengan tegas pertanggung jawaban dari Pihak Malea mengenai laporan masyarakat. Karena ini tugas dan fungsi kami selaku DPRD. "Tegas Kristian. 

Di tempat yang Terpisah  Site Manajer PT Malea Syakur mengatakan bahwa "kami dari pihak PT Malea siap menerima kritikan. Tegas Syakur 

Penulis : Andarias Padaunan

Editor : Prisatno