Iqbal Suhaeb : Banjir dan Parkiran Liar Jadi Prioritas Utama

Iqbal Suhaeb : Banjir dan Parkiran Liar Jadi Prioritas Utama
M Iqbal Suhaeb, Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar saat di wawancarai di kantor Balai Kota Makassar, Senin (13/5). (Foto : Isak Pasa'buan)

KabarMakassar.com -- Usai dilantik jadi Pejabat (Pj) Wali Kota Makassar, M Iqbal Suhaeb, menyampaikan apa yang akan jadi prioritas utamanya dalam masa jabatannya selama 20 bulan kedepan, sesuai Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) Nomor: 131. 73-52 tertanggal 26 April 2019.

Iqbal Suhaeb yang juga mantan kepala Balitbanda provinsi Sulsel sebut banjir masuk dalam program prioritas kerjanya ke depan.

Banjir disebut masih jadi masalah bagi warga kota Makassar, yang dimana masalah utamanya dimulai dari hulu hingga sampai ke muara, masih banyak saluran yang tersumbat akibat perilaku masyarakat sendiri dalam mengelola sampah.

"Muara dan hulunya banyak masalahnya, salah satunya saluran yang mampet. Tapi yang tidak bisa dipungkiri ialah perilaku kita dalam mengelolah kanal dan selokan, jangan sampai kita anggap itu sebagai tempat sampah. Itu juga tidak bisa dihilangkan begitu saja, kita sebagai warga Makassar tidak sadar itu menjadi konsekuensi untuk kita," ucapnya saat wawancara di kantor Balai Kota Makassar, Senin (13/5).

Kemudian yang kedua adalah parkir liar dan pedagang kaki lima. Iqbal Suhaeb, mengatakan selama ini didaerah yang strategis atau ruang publik seperti trotoar itu banyak sekali dijadikan parkiran pribadi.

Menurutnya ruang publik itu dibangun dengan uang pemerintah yang dananya hingga milyaran rupiah dengan tujuan untuk tempat jalan masyarakat Makassar, bukan untuk tempat parkir hotel atau rumah makan.

"Itu publik space dia mengambil haknya masyarakat dengan membuat kavling 1 kali 1 meter, yang salah itu mereka yang menikmati sebagai hak pribadi sedangkan itu milik umum," tegasnya.

Iqbal Suhaeb menilai jika selama ini hanya pengawasannya saja yang perlu di perketat karena menurutnya sejauh ini belum maksimal.

Penulis : Isak Pasa'buan

Editor : Nor Syakila