RSUD Bulukumba: Gaji dan Insentif Pegawai Sudah Dibayarkan 

RSUD Bulukumba: Gaji dan Insentif Pegawai Sudah Dibayarkan 
Foto: RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba. Senin (13/5)

KabarMakassar.com -- Sejak 8 Mei lalu, pihak manajemen RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, telah menyelesaikan dan membayarkan sejumlah gaji dan insentif pegawai, khususnya bagi pegawai rumah sakit yang Non PNS.

"Sudah dibayarkan pada tanggal 8 kemarin, melalui rekening pegawai masing - masing". Tutur Direktur RSUD, dr. H. Abdur Rajab H, merespon pemberitaan dibeberapa media online, yang menyebutkan seolah-olah 'mengabaikan' hak pegawai rumah sakit khususnya Non PNS, 

dr. Rajab sangat menyayangkan adanya anggapan tersebut, bahkan dirinya menyampaikan itu merupakan sesuatu yang sangat keliru

Pasalnya, di RSUD Bulukumba yang didahulukan pertama kali dan menjadi prioritas utama adalah gaji para pegawai Non PNS

"Bahkan kami yang PNS rela menunggu berbulan-bulan demi mendahulukan yang bukan PNS". Tegasnya. 

Ini merupakan bukti konrit dan wujud perhatian Manajemen RSUD, karena mereka paham betul terkait tugas dan beban kerja yang diembang oleh teman-teman
dijelaskannya, bahwa beberapa gaji yang sudah dibayarkan tersebut, yakni gaji Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP), sudah dibayarkan bulan Maret dan April, gaji Satpam (Security), Sopir, Cleaning Servis (CS), dan petugas Loundry di bulan April juga sudah dibayarkan. 

Serta gaji Non PNS pada bagian Administrasi dan Pelayanan di bulan Maret juga sudah terbayarkan. Dan terakhir adalah Insentif jaga bergilir bagi pegawai Non PNS di bulan Maret juga sudah dibayarkan

Walau demikian, dr. Rajab mengakui bahwa adapun gaji pegawai Non PNS di bulan April yang belum masuk, itu dikarenakan sementara menunggu rekapan SPJ-nya. 

"Bila semuanya sudah rampung, kenapa tidak kita bagikan. Saya tegaskan, Manajemen RSUD tidak berhak menunda maupun mengulur-ulur yang menjadi hak pegawai". Pungkasnya. 

Senada dengan Direktur RSUD, Kasubag Humas dan Promkes, Gumala Rubiah. Juga menyampaikan bahwa tidak pernah ada niatan maupun sikap dari manajemen yang mengabaikan hak teman-teman, namun memang harus diakui bahwa ada mekanisme pembayaran jasa yang harus di ikuti seperti pembuatan SPJ-nya yang tentunya juga membutuhkan waktu. 

Dirinya juga menambahkan, bahwa adanya keterlambatan pembayaran jasa pegawai, semata- mata tidak ada kaitannya dengan kunjungan benchmark ke Bandung, semua sudah ada posnya masing-masing dalam RBA 

Harus diketahui, bahwa dalam akreditasi benchmaking mutlak dilakukan, karena sangat mempengaruhi penilaian surveyor, dan RSAU Dr. Salamun merupakan rumah sakit yang direkomendasikan oleh KARS

Artinya, bahwa RSAU Dr. Salamun memang layak dikunjungi dan menjadi tujuan benchmark, tentunya dengan pertimbangan tipe rumah sakit yang sama. Tidak mungkin kita melakukan benchmark di rumah sakit dengan tipe yang rendah, maupun yang lebih tinggi dari RSUD Bulukumba, 

Semuanya harus berasaskan kesamaan, keserasian atau dengan kata lain yang relevan dengan RSUD Bulukumba, terlebih lagi Dr. Salamun merupakan rumah sakit pertama kali yang melakukan reakreditasi SNARS Edisi 1 dengan peringkat Paripurna

"Saya berharap, ini dapat dipahami sehingga tidak menjadi polemik yang berkepanjangan. Saya tahu kita semua peduli dengan rumah sakit, olehnya itu "Mariki" sama-sama menjadi agen pengawal jalanannya pelayanan kesehatan, karena rumah sakit ini miliki kita semua". Harap Mala

Penulis : Fitriani Lestari

Editor : Prisatno