Selama Ramadan, Lapas Kelas II A Bulukumba Fokus Aktivitas Kerohanian.

Selama Ramadan, Lapas Kelas II A Bulukumba Fokus Aktivitas Kerohanian.
Foto: Kegiatan dipusatkan di mesjid At Taubah milik Lapas Bulukumba. Wajah antusias terpancar dari ekspresi warga binaan saat mengikuti kegiatan tadarus dan kegiatan keagamaan yang lainnya. Jumat (10/5)

KabarMakassar.com -- Bulan suci Ramadhan sangat terasa di lingkungan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bulukumba. Dimana bulan Ramadhan tahun ini, Lapas Bulukumba menambah intensitas pembinaan kerohanian terhadap warga binaan.

Kegiatan sendiri dipusatkan di mesjid At Taubah milik Lapas Bulukumba. Wajah antusias terpancar dari ekspresi warga binaan saat mengikuti kegiatan tadarus dan kegiatan keagamaan yang lainnya.

“Sebelumnya, kegiatan keagamaan memang sudah kami lakukan, setiap malam jumat. Tapi khusus Bulan Ramadhan, porsinya kami tambah, ” ungkap Kepala Lapas, Sarifuddin Nakku. Jumat (10/05) usai Sholat Jumat.

Sarifuddin mengatakan, kegiatan keagaman yang diberikan kepada warga binaan diantaranya tadarus dan pengajian, Sholat Tarawih berjamaah, Sholat 5 waktu berjamaah bahkan ceramah agama dimana para pengisinya didatangkan dari luar, dan juga diisi oleh warga binaan yang paham dengan keagamaan.

Menurut Sarifuddin, tujuan kegiatan keagamaan tersebut untuk membekali para warga binaan dan memberikan kesadaran bagi mereka supaya bertaubat kepada sang pencipta sekaligus menyesali segala perbuatannya. 

Selain itu, kata Sarifuddin juga menerapkan kebiasaan baik tersebut menjadi sebuah kebutuhan, sehingga mereka tidak lagi harus diperintah tetapi berkat dari keinginan dalam dirinya sendiri.

Sarifuddin berharap, dengan intensitas kegiatan keagamaan yang bertambah ini, warga binaan Lapas Bulukumba dapat memanfaatkan momentum Ramadhan untuk kembali merefleksikan diri mereka, sehingga sikap dan kepribadiaannya menjadi lebih baik lagi.

“Terutama ketika warga binaan ini telah bebas, sehingga dapat menjadi bekal untuk kembali bersosialisasi dengan masyarakat,” Harapnya.

Lebih lanjut sarifuddin mengungkapkan bahwa jumlah warga binaannya mencapai 300 warga binaan dan 61 Tahanan .

f“Ukuran masjid kami sangat terbatas sehingga masjid baru- baru ini kita perluas dengan cara melebarkan teras” Terangnya. 

Faisal, salah seorang warga binaan, mengaku, selama Ramadhan semua warga binaan antusias mengikuti kegiatan keagamaan. Menurut dia, hampir semua warga binaan berpuasa. Dan malam harinya juga mengikuti kegiatan keagamaan seperti Sholat dan Tarawih bersama.

Penulis : Fitriani Lestari

Editor : Prisatno