Wabup Bulukumba Ajak Warga Sukseskan Sarajoko Festival Ramadan Jilid 2

Wabup Bulukumba Ajak Warga Sukseskan Sarajoko Festival Ramadan Jilid 2
Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto hadir memberi semangat dan dorongan, Kamis (9/5) (Foto : Fitriani Lestari)

KabarMakassar.com -- Setelah sukses menggelar Sarajoko Ramadhan Festival  jilid pertama, panitia penyelenggara kembali menggelar Sarajoko Ramadhan Festival jilid 2 di Masjid Nurul Iman, kelurahan Ballasaraja, kecamatan Bulukumpa Ramadan 1440 H, Tahun 2019 Masehi.

Kelurahan Ballasaraja juga dikenal sebagai kelurahan muslim pertama di Indonesia, yang diinisiasi oleh Bupati Andi Patabao Pabokori tahun 2009 silam.

Pada jilid 2 ini, panitia akan menyuguhkan sesuatu yang terbilang berbeda. Lebih kreatif dan inovatif tanpa menghilangkan unsur keagamaan di bulan ramadhan.

Panitia kegiatan, Rahmat mengaku, festival ini nantinya digelar pada pertengahan ramadhan. Dan memberi kans yang lebih religi dan millenials.

"Jilid 1 tahun 2017 kami sukses menggelarnya, setelah pak Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto hadir memberi semangat dan dorongan kepada kita. Ramadhan ini, Insaallah kami tawarkan sesuatu yang lebih beda. Pastinya lebih bergairah," ujar Rahmat.

Mengenai jenis lomba, Rahmat mengaku lebih beda pada festival lainnya, karena ada lomba yang menyasar generasi mullenials religius.

Sementara itu Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto memberi semangat kepada pemuda di Ballasaraja. Menurutnya, sebagai pemerintah dan orang yang berasal dari Ballasaraja, sangat memberi dukungan.

"Tentu sebagai pemerintah dan orang yang berasal dari Ballasaraja memberikan dukungan atas pelaksanaan kegiatan ini. Terlebih dimasa lalu kelurahan Ballasaraja telah ditetapkan sebagai kelurahan muslim," ujarnya, kamis (9/5).

Sarajoko Festival Ramadan menurutnya sangat relevan dengan kelurahan muslim. Apalagi diinisiasi oleh kelompok anak muda yang tidak biasa.

Tomy berharap masyarakat dapat berpartisipasi, dengan mengirimkan utusan hadir dalam acara festival ini. Kegiatan ini menurutnya adalah wujud dari proses yang dilakukan selama ini.

"Jadikan festival ini sebagai ruang ekspresi bagi adik-adik kita pada kegiatan-kegiatan keagamaan yang telah mereka lakukan selama ini," jelasnya

Penulis : Fitriani Lestari

Editor : Nor Syakila