Surat Keprihatian Kedokteran Unair Bentuk Penelitian Medis KPPS Meninggal

Surat Keprihatian Kedokteran Unair Bentuk Penelitian Medis KPPS Meninggal
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Int).

KabarMakassar.com --  Kedokteran Universitas Airlangga (Unair), menyampaikan surat keprihatinan terhadap meninggalnya ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS). Dimana sebelumnya sampai 6 Mei 2019 dilaporkan data secara nasional sebanyak 409 orang meninggal, sakit 5550 dan di wilayah Jawa Timur 92 petugas KPPS meninggal dan sakit sebanyak 844 orang yang dirawat.

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga pun dalam surat keprihatinan tersebut meyatakan untuk mendorong penelitian medis terhadap kejadian ini, khususnya di daerah Jawa Timur.

Mereka mendorong dan siap bekerja sama dengan seluruh Fakultas Kedokteran di Jawa Timur, Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran di seluruh Jawa Timur, RSUD Dr. Soetomo, Rumah Sakit Universitas Airlangga dan seluruh stake holder terkait untuk melakukan penelitian medis terhadap kejadian ini khususnya di Jawa Timur.

"Dengan harapan ada bukti ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan demi kepentingan masyarakat dan bangsa," isi surat tertulis dari Ketua Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Poedjo Hartono, Kamis (9/5).

Selain itu Fakultas Kedokteran Unair juga memberikan masukan dalam pemilu yang akan datang, untuk terlebih dahulu melakukan kesehatan fisik dan psikologis bagi calon petugas KPPS dengan mempertimbangkan faktor usia, faktor penyakit yang pernah diderita, terutama penyakit degeneratif, penyakit menular tertentu. Seperti TBC, paru-paru, hepatitis kronis, dan sebagainya.

Selain itu mereka juga mengusulkan adanya pelayanan kesehatan bagi petugas KPPS, memperkecil beban kerja, serta pemberian asuransi kesehatan atau kematian.

Penulis : Redaksi

Editor : Fritz Wongkar