Tajuk: Belajar Dari Liga Champion Tahun Ini

Tajuk: Belajar Dari Liga Champion Tahun Ini
Selebrasi Lucas Moura usai membungkam Ajax Amsterdam di menit-menit terakhir, (Int).

KabarMakassar.com -- Partai pamungkas antara Ajax Amsterdam melawan Tottenham Hostpur, dalam semifinal kedua di pentas Liga Champion, Kamis dinihari (9/5) yang disiarkan langsung di stasiun televisi menyisakan sejumlah catatan, bahwa tidak ada yang tak bisa mengalahkan tekad dan semangat bertarung. 

Kemampuan Tottenham Hotspur mencatatkan comeback secara gemilang melawan Ajax untuk lolos ke final Liga Champions, setidaknya membukitkan hal itu. Sejumlah pemain anak asuhan Manajer Mauricio Pochettino membuktikannya. 

Tottenham memulai laga semifinal leg kedua Liga Champions kontra Ajax di Johan Cruyff Arena, dengan buruk. Gol cepat Matthijs de Ligt di menit kelima membuat Tottenham sudah tertinggal 0-2 secara agregat.

Tottenham memang kalah 0-1 pada pertemuan pertama, dan selisihnya semakin lebar kala Hakim Ziyech mencetak gol di menit ke-35. Tottenham tertinggal agregat 0-3.

Namun kemudian Lilywhites bangkit di paruh kedua. Lucas Moura mencetak hat-trick, di menit ke-55, 59, dan 90.

Tottenham secara keseluruhan melepaskan 24 tembakan, tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Sementara Tottenham punya 16 percobaan, dengan empat yang on target.

Apa yang terjadi di partai ini, sama persis yang menimpa Liverpool kala membantai 4-0 Klub Barcelona, sehari sebelumnya.Liverpool menang agregat 4-3,setelah sebelumnya takluk di kandang Barca Camp Nou 3-0.

"Hari ini, pertandingannya bukan soal taktik, ini soal perjuangan dan tekad. Penampilan dari hati dan Lucas Moura, dialah penentu kemenangannya," ungkap Gelandang Tottenham Christian Eriksen dilansir BBC.

"Dia layak dengan ini, sebuah musim yang bak rollercoaster, untuknya membawa kami ke final. Saya harap dia mendapatkan patung di Inggris setelah ini."

"Kami terbuai, tak ada kata-kata yang cukup untuk ini," imbuh Eriksen.

Tottenham akan menghadapi Liverpool pada final yang berlangsung di Wanda Metropolitano, 1 Juni mendatang. Bagaimanapun cerita dua klub di Inggris ini bisa saja menjadi inspirasi bagi siapa saja.

Jangan pernah menyerah dan bertarung hingga titik darah penghabisan. Selamat buat Tottenham dan Liverpool. Sampai berjumpa 2 Juni mendatang. Sepakbola kadang memberi kita pelajaran berharga.

Penulis : Redaksi

Editor : Fritz Wongkar