Konjen Australia Ajak Pemprov Sulsel Seminar Perkembangan Industri

Konjen Australia Ajak Pemprov Sulsel Seminar Perkembangan Industri
Konsulat Jenderal Australia Richard Matthew saat melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulsel H.M Nurdin Abdullah di ruang kerjanya, Selasa (7/5).

KabarMakassar.com -- Konsulat Jenderal Australia mengajak Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mengadakan seminar terkait perkembangan industri di Sulsel.  Mendengar ajakan tersebut, Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah langsung mengajak pihak Konjen Australia untuk mengarahkan pembicara pada acara tersebut lebih kepada sesuatu yang lebih besar.

"Kita harus berbicara dan melihat sesuatu yang lebih besar. Kita kembalikan kejayaan sapi Sulawesi Selatan. Nanti Sulsel ini akan menjadi lumbung daging," kata Nurdin Abdullah. 

Gubernur Sulsel juga mengajak pihak swasta juga untuk terlibat pada rencana tersebut.

"Kita akan mengajak juga pihak swasta untuk ikut terlibat, kita akan kerjasama dengan Sinar Mas. Kita punya lahan yang sangat luas. Kalau saya kita mulai dulu, supaya mereka melihat hasilnya," jelasnya.

Menurut mantan Bupati Bantaeng dua periode itu, tidak ada yang bisa menjamin keamanan untuk kesehatan dari daging impor.

"Siapa yang bisa menjamin bahwa daging impor ini sehat. Kalau daging kita kelola sendiri ada rasa aman bagi kita," ungkapnya.

Sementara itu Konjen Australia, Richard Matheus mengajak Pemprov Sulsel untuk mengembangkan industri di daerah ini mulai dari industri pangan, industri pertanian, industri peternakan dan pembahasan mengenai forum bisnis.

Richard Matheus juga membocorkan ke depan banyak hal yang akan dilakukan antara pemerintah Australia dengan pemerintah Pemprov Sulsel.
 
"Banyak konsep pembangunan Australia yang akan dibicarakan, begitu juga mengenai kemitraan dari Australia untuk menanamkan program," ungkap Richard Matheus saat bertemu dengan Gubernur Sulsel, di kantor Gubernur Sulsel, Selasa (7/5).

Menurut Richard Matheus, pada acara tersebut rencananya akan diikuti sekitar 20 orang dari Australia. Olehnya itu, Richard Matheus berharap selain Pemprov Sulsel, juga terlibat pihak swasta dalam acara yang akan dilaksanakan pada 15 Mei mendatang tersebut.

"Kita berharap kerjasama  antara swasta  pemerintah akan segera dicanangkan dengan pemerintah pusat," katanya.

Sejumlah pembicara berkompeten dijadwalkan akan mengisi seminar internasional tersebut diantaranya Counsellor Development Effectiveness DFAT, Rob Brink yang akan membawakan materi Overview of Australia's Development Program in Indonesia,Prisma Team Leader dan Ferdi Rondong, Prisma Cattle Sector Lead, Goerge Ebbecke akan berbicara mengenai Australia-Indonesia Partnership for promoting rural incomes through support for markets in Agriculture (Prisma).

Selain itu juga hadir Counsellor DAWR dan Paul Boon, IACCB Team Leader, George Hughes akan berbicara mengenai real meat and Cattle partnership: Indonesia Australia Partnership on food security in the red mead and Cattle Sector dan Unit Manager, Rural Development Australia Embassy, Lalu Wardhani akan berbicara mengenai Opportunities for future collaboration.

Penulis : Herlin Sadid

Editor : Fritz Wongkar