IKM Dorong Akselerasi Pembangunan Daerah Sulsel

IKM Dorong Akselerasi Pembangunan Daerah Sulsel
Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sulsel, Since Erna Lamba, mewakili Gubernur Sulsel membuka Rapat Koordinasi Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Kabupaten/Kota se Sulsel, di Hotel Grand Imawan, Kamis (2/5) kemarin. 

KabarMakassar.com -- Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sulsel, Since Erna Lamba, mewakili Gubernur Sulsel membuka Rapat Koordinasi Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Kabupaten/Kota se Sulsel, di Hotel Grand Imawan, Kamis (2/5) kemarin. 

"Kami mengapresiasi para pelaku usaha/industri kecil menengah atas kinerja dan kontribusinya dalam akselerasi pembangunan daerah," kata Since. 

Pelaksanaan pembangunan daerah pada sektor lndustri Kecil Menengah menjadi salah satu ujung tombak perekonomian dan memiliki kontribusi yang cukup tinggi karena memiliki added value dan multiplier effect. Antara lain, penyerapan tenaga kerja, pembentukan lapangan usaha, menciptakan wirausaha baru, serta pengelolaan potensi komoditas unggulan daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil Sulsel tahun 2018 dibandingkan tahun 2017,
mengalami kenaikan sebesar 13,22 persen. Pencapaian ini lebih tinggi dari pertumbuhan secara nasional yaitu 5,66 persen.

Adapun lima terbesar jenis industri manufaktur mikro dan kecil yang mengalami pertumbuhan terbesar selama tahun 2018, adalah industri percetakan dan reproduksi
media rekaman (125,98 %); industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki (65,45 %); industri makanan (25,16 %); industri pakaian jadi (22,50 %); serta industri furniture (17,23 %).

"Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, maka kebijakan pengembangan industri kecil menengah diarahkan untuk menjawab tantangan era globalisasi ekonomi, yang diharapkan akan mampu mengantisipasi perubahan pengembangan industri, penguatan daya saing, pendalaman rantai pengolahan, dan mendorong tumbuhnya pola jejaring industri dalam format klaster yang sesuai," sebutnya. 

"Pola jejaring ini, baik pada kelompok industri prioritas maupun pada industri media dan teknologi informasi," imbuhnya. 

Ia menambahkan, beberapa permasalahan dalam pengembangan sektor industri kecil menengah di Sulsel antara lain pengembangan industri sektor hulu yang belum optimal bersinergi dengan pengembangan IKM. Sehingga, kontribusi sektor IKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masih rendah.

Selain itu, sumber daya manusia IKM yang masih kurang dan harus ditingkatkan. Pengembangan produk IKM yang kurang berdaya saing. Strategi pemasaran IKM masih terbatas dan terpaku pada beberapa jenis produk yang belum nilai tambah. Serta permodalan IKM yang belum sepenuhnya mendapat dukungan dari Perbankan dan akses keuangan daerah.

"Permasalahan ini menjadi tugas kita bersama untuk mencari solusi dan rekomendasi yang tepat, sehingga industri kecil menengah di  Sulsel dapat menjadi sektor unggulan dalam akselerasi pembangunan daerah," harapnya. 

Penulis : Saleh Sibali

Editor : Fritz Wongkar