Peluncuran Calendar of Event Sulsel 2019, 4 Event Masuk 100 Wonderful Event

Peluncuran Calendar of Event Sulsel 2019, 4 Event Masuk 100 Wonderful Event
Peluncuran Calender of Event Sulsel 2019

KabarMakassar.com -- Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya diwakili Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Rizki Handayani Mustafa bersama Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) H.M. Nurdin Abdullah, Walikota Makassar H. Moh. Ramdhan Pomanto, dan para bupati se-Sulsel me-launching  Calender of Event (CoE) Sulsel 2019 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Jumat malam (21/4).

Peluncuran Calender of Event Sulsel 2019 ini sebagai upaya mempromosikan potensi pariwisata serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sulsel yang tahun lalu dikunjungi 14.115 wisatawan mancanegara (Wisman) dan 10,073 juta pergerakan wisatawan nusantara (Wisnus).

Menpar Arief Yahya memberikan apresiasi launching CoE Sulsel 2019 yang tahun ini menggelar sebanyak 4 event, di antaranya masuk dalam 100 Wonderful Event.

“Dari 4 event yang masuk dalam CoE nasional ini, satu event yakni; Eight Festival (F8) Makassar masuk dalam Top 10 Wonderful Events” kata Rizki.

Menurut Rizki sendiri tidak sembarangan event di daerah untuk bisa masuk menjadi event nasional. Untuk masuk ke Calender of Event Wonderful Indonesia sendiri setiap event di daerah perlu memenuhi unsur 5C, yaitu creative, cultural, comercial, communication, serta commitment.

Tahun ini 4 event pariwisata Sulsel yakni Eight Festival (F8) Makassar, Toraja International Festival,  Festival Pinisi dan Festival Takabonerate masuk dalam 100 Wonderful Event 2019 atau terjadi peningkatan dibandingkan tahun lalu (tahun 2018 sebanyak 3 event).

Selain atraksi, pariwisata Sulsel juga didukung unsur 3A lain (atraksi, amenitas, dan aksesibilitas) yang memadai khususnya konektivitas penerbangan ke bandara internasional Sultan Hasanuddin Makassar yang tahun ini mulai dikembangkan untuk meningkatkan daya tampung penumpang yang saat ini sebanyak 13,5 juta menjadi 15,5 juta penumpang.

Selain itu Bandara Aroepala di Kepulauan Selayar akan dikembangkan menjadi bandara berkelas internasional untuk mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Selayar. Di pulau ini diharapkan ada investor yang membangun marina berkelas dunia. 

Untuk mendukung sektor pariwisata Sulsel dibangun jalur kereta Trans Sulawesi sepanjang 144 km rute Makassar-Parepare. Juga dikembangkan pelabuhan laut Makassar New Port berstandar Internasional yang nantinya akan banyak dikunjungi kapal pesiar (cruise ship) dunia. 

Gubernur Sulsel  H.M. Nurdin Abdullah menjelaskan bahwa potensi pariwisata Sulsel cukup baik ditunjang dengan pengembangan daya tarik dari daerah lain

"Potensi pariwisata Sulsel cukup baik ditunjang dengan pengembangan daya tarik wisata seperti Karst Maros-Pangkep menjadi Taman Nasional Geopark, diakuinya seni pembuatan perahu Pinisi sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO dan ditetapkannya kabupaten Selayar menjadi KEK pariwisata,” kata  H.M. Nurdin Abdullah.

Sebagai upaya melestarikan budaya seni pembuatan perahu Pinisi, kata H.M. Nurdin Abdullah, setiap tahun digelar festival budaya Festival Pinisi di Kabupaten  Bulukumba.

“Di Kabupaten Bulukumba banyak tempat pembuatan perahu Pinisi yang dikerjakan secara tradisional oleh masyarakat,” kata H.M. Nurdin Abdullah.

Penyelenggaraan Festival Pinisi tahun ini akan berlangsung di Kabupaten Bulukumba pada 12 s.d. 15 September 2019 mendatang. Sementara itu penyelenggaraan Eight Festival (F8) akan berlangsung di Kota Makassar pada  4 s.d. 8 Sept 2019, sedangkan event Toraja International Festival akan berlangsung di  Kabupaten  Toraja Utara  pada 19 s.d. 21 Juli 2019, dan  Festival Takabonerate belangsung  di Kabupaten Takabonerate pada tanggal 24 s.d. 28 Oktober 2019.

Jumlah kunjungan Wisman ke Sulsel tahun lalu sebanyak 14.115 Wisman di antaranya datang dari Malaysia, Korea Selatan, Jerman , Perancis, dan Belanda atau sebagai Top 5 countries. Para wisman ini masuk melalui  Bandara Sultan Hasanuddin. Pergerakan Wisnus tahun lalu sebanyak  10,073 juta atau mengalami pertumbuhan sebesar 4% dibandingkan tahun 2017 sebanyak 9,68 juta  Wisnus.

 

Penulis : Fitriani Lestari

Editor : Nor Syakila