Pemilu 2019 dan Jurnalisme Kolaboratif Indonesia

Pemilu 2019 dan Jurnalisme Kolaboratif Indonesia
Foto: Cek Fakta (INT)

KabarMakassar.com -- ERA baru jurnalisme di Indonesia kini telah lahir, namanya jurnalisme kolaboratif. Ini bisa saja menjadi sebuah genre baru dalam jurnalisme, yang mungkin saja akan menjadi bahan kuliah di ruang-ruang kuliah ilmu komunikasi masa depan.

Itu berawal dari sebuah gagasan yang mewujud dalam sebuah fakta integritas menyatunya newsroom dalam sebuah megaproyek bernama cekfakta.com. ,

cekfakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang dibangun di atas API Yudistira oleh MAFINDO ( Masyarakat Anti Fitnah Indonesia ) dan bekerja sama dengan beberapa media online yang tergabung di AJI ( Aliansi Jurnalis Independen ) dan AMSI ( Asosiasi Media Siber Indonesia ) serta didukung oleh Google News Initiative dan Internews serta FirstDraft.

cekfakta.com pertama kali diluncurkan di acara ‘Trusted Media Summit 2018’ yang diadakan di Jakarta pada Sabtu, 5 Mei 2018 setelah penandatangan MOU oleh 22 Pemred dan Ketua Mafindo.

Tak pernah ada dalam sejarah jurnalistik modern, dimana sekitar 22 media, bahkan mungkin lebih kemudian bersepakat bergabung dalam satu media yang mempublikasikan sebuah proyek kolaborasi bersama. Ini memutus mitos bahwa tak akan pernah ada newsroom bisa berbagi dengan newsroom yang lain.

Apa yang terjadi pasca deklarasi 5 Mei 2018, kemudian diimplementasikan dalam lima kali Live Cek Fakta Debat Kandidat Presiden 2019, di kantor Google Indonesia di Jakarta menujukkan keniscayaan itu.

Dan hari ini, 16 April yang kemudian berlanjut pada 17 April besok Live Cek Fakta Pilpres dan Pemilihan Umum 2019 yang diikuti sekitar 160 jurnalis di seluruh Indonesia, makin mengukuhkan persepsi kita, bahwa kebenaran fungsional teori dasar jurnalisme tak lagi bisa diklaim sebagai milik satu media saja. 

Kebenaran bersama, dan upaya-upaya pencarian kebenaran fungsional jurnalistik yang kita dapatkan di ruang-ruang kuliah jurnalisme di kampus-kampus boleh jadi akan mengalami pergeseran defenisi operasional. 

Kabar Makassar members KGINetwork yang menjadi bagian kecil dari gagasan besar ini, tentu merasa berbangga ikut dalam proyek masa depan jurnalisme Indonesia ini. 

Pemred Fritz Vecky Wongkar sudah berada di Jakarta mengikuti kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu. Semoga apa yang dikerjakan bersama ini memberi sumbangsih buat jurnalisme dan demokrasi Indonesia.

Semoga..... Selamat berpesta Demokrasi.

Penulis : Redaksi

Editor : Prisatno