Kebergantungan Warga akan Sumber Daya Alam Sungai Jeneberang

Kebergantungan Warga akan Sumber Daya Alam Sungai Jeneberang
Aktifitas Tambang Sungai Jeneberang (Foto: Mirwanto/KabarMakassar.com).

KabarMakassar.com -- Sejak dahulu sungai Jeneberang menjadi ikon kekayaan alam Sulawesi dan juga menjadi tempat bergantungnya masyarakat Gowa dan Makassar yang bermukim di sekitarnya.

Sungai besar yang terbentang dari hulu di bendungan Bili-bili desa Malino, Kecamatan Parangloe hingga hilir desa Barombong, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa ini sejak dulu di jadikan warga sekitar sebagai tempat keberlangsungan hidup dan aktifitas ekonomi seperti jasa transportasi, tambak ikan dan nelayan juga tambak pasir.

Daeng Tarang saat ditemui KabarMakassar.com yang merupakan salahsatu warga penambak pasir mengatakan, keberadaan sungai ini sangat bermanfaat bagi warga, banyak warga yag sampai sekarang dapat bertahan akan kerasnya hidup berasal dari pemanfaatan sungai.

Pria yang sudah  8 tahun hidupnya bergantung dengan sumber daya alam jeneberang menambahkan jika aktifitas tambak pasirnya banyak menghidupi warga yang mau bekerja dengannya, biasanya ia menjual pasir dengan harga Rp200 Ribu/perahunya untuk pembeli langsung.

Terpisah dengan pemesanan khusus dari pengusaha bangunan di Kota Makassar biasanya dia patok harga Rp400 Ribu - Rp600 Ribu/truknya.

Jenis pasir di Jeneberang termasuk kualitas bagus sebagian besar pengusaha bangunan lebih memilih memesan pasir di tempat ini ketimbang tempat yang lain. 

Saat disinggung akan dampak dari aktifitas tambang pasir dengan kerusakan lingkungan dan bencana banjir sebagaimana di lansir hasil identifikasi BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Becana), Dg Tarang menyangkal kalau aktifitas tambangnya di sini tak punya pengaruh terhadap bencana ataupun pengerusakan lingkungan. 

"Anggota kami tak mengeruk pasir di pinggiran akan tetapi kami menyelam di kedalaman, saya juga meminta pekerja saya untuk tidak membuat lubang namun mengeruknya secara merata" kata Dg Tarang.

Menurutnya jelas beda dengan aktifitas tambang yang ada di wilayah hulu sungai sana tepat di dekat bendungan Bili-bili karena selain mereka menambang dengan skala besar, membuat lubang, aktifitas penambangannya juga sebaian besar mengerut pinggiran sungai.

Selain aktifitas penambangan pasir, Dg Tarang juga punya tambak dan budidaya ikan nila di pinggiran sungai yang juga mempekerjakan beberapa warga untuk membantu dalam mata pencarian ekonominya.

Penulis : Mirwanto

Editor : Fritz Wongkar