Tradisi Isra Mi'raj, Tanda Allah SWT Mencintai Rasulullah

Tradisi Isra Mi'raj, Tanda Allah SWT Mencintai Rasulullah
Memperingati Hari Isra Mi'raj yang Jatuh Pada Hari Selasa 3 April 2019 (Int)

KabarMakassar.com-- Isra Mi'raj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Makah ke Masjidil Al Aqsa di Yerusalem (Isra), kemudian dilanjutkan menuju langit ke Sidratul Muntaha (Mi'raj) dengan tujuan menerima wahyu Allah SWT. 

Peristiwa Isra' dan Mi'raj terjadi pada 621 M, dua tahun setelah wafatnya sang istri Siti Khadijah dan paman Rasulullah, Abu Thalib. Isra-Miraj, adalah cara Allah Hibur Rasulullah di Tahun Kesedihan

Setelah berabad-abad berlalu, kejadian Isra Mi’raj telah bergeser dari sekadar peristiwa, menjadi ritual dan peringatan. Mengingat pentingnya peristiwa tersebut, Isra Mi'raj Nabi Muhammad yang tahun ini jatuh pada Rabu(3/4), umat muslim di seluruh dunia turut memperingati perjalanan Nabi Muhammad yang hingga mendapatkan perintah shalat lima waktu.

Dewasa ini, cukup banyak warna-warni kegiatan perayaan Isra Mi’raj yang dilakukan oleh umat muslim di Indonesia, terlebih di seluruh dunia, walaupun tidak semeriah Idul Fitri ataupun Idul Adha.

Penasaran bukan? berikut KabarMakassar.com, apa saja bentuk-bentuk perayaan atau tradisi unik yang dilakukan umat muslim di berbagai belahan dunia khususnya Indonesia. Berikut ulasannya:

1. Tradisi Rajaban, Cirebon
Cirebon yang menjadi salah satu tempat penyebaran agama Islam di Tanah Jawa sarat akan tradisi. Masyarakat Cirebon punya tradisi Isra Miraj yang jatuh pada tanggal 27 Rajab dalam Kalender Hijriah, yaitu Rajaban. Biasanya masyarakat Cirebon berbondong-bondong pergi berziarah ke Plangon, tempat dua makam penyebar ajaran agama Islam yakni Pangeran Kejaksan dan Pangeran Panjunan.

Selain itu, tradisi Rajaban juga biasa digelar di Keraton Kasepuhan Cirebon. Keraton Kasepuhan biasanya menggelar pengajian untuk umum dan melakukan tradisi membagikan nasi bogana kepada warga keraton, kaum masjid, abdi dalem dan masyarakat Magersari. Nasi bogana itu terdiri dari kentang, telor ayam, tempe, tahu, parutan kelapa dan bumbu kuning yang dijadikan satu.

2. Tradisi Nganggung, Bangka Belitung
Di Kampung Bukit, Kelurahan Toboali, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung punya tradisi untuk menyambut hari Isra Miraj. Nama tradisi itu adalah Tradisi Nanggung.

Nganggung adalah tradisi membawa makanan dari rumah masing-masing menggunakan dulang atau rantang. Makanan yang dibawa biasanya berupa kue, buah-buahan atau nasi lengkap dengan lauk pauknya. Tradisi nganggung pada Isra Miraj biasanya tak hanya dilaksanakan warga Kampung Bukit, tetapi juga warga desa lain di Bangka Selatan.

3. Tradisi Rejeban Peksi Buraq, Yogyakarta
Yogyakarta juga punya tradisi Jawa yang telah ratusan tahun dilakukan di Kraton Yogyakarta. Nama tradisi tersebut adalah Rejeban Peksi Buraq. Dua Burung Buraq sebagai simbol kendaraan Nabi Muhammad yang terbuat dari kulit jeruk bali dibawa oleh abdi dalem Kaji Selusin dari Bangsal Kencana Kraton Yogyakarta menuju Serambi Masjid Gede Kauman.

Burung Buraq itu bertengger di atas susunan gunungan buah yang terdiri dari beberapa macam buah seperti manggis, rambutan dan juga tebu. Nantinya, gunungan buah itu akan dibagikan kepada jamaah masjid usai pengajian.

4. Tradisi Nyadran Desa, Siwarak Semarang
Di Semarang untuk memperingati Isra Mi'raj mereka mengadakan tradisi Nyadran Desa atau Haul Umum untuk memperingati Isra Mi’raj atau bisa dibilang semacam pawai. Dalam Nyadaran itu juga diadakan kirab budaya seperti mengarak replika hewan badak Siwarak, gunungan berisi buah dan sayuran dari hasil bumi pertanian penduduk, alat musik lesung, permainan tradisional thek thek dan pawai drumband serta kelompok tani.

Sepanjang rute pawai, berbagai atraksi peserta tersebut menjadi tontonan warga yang sudah menunggu di depan rumahnya masing-masing. Musik drumband dan alunan lagu dari grup kempling dengan memukul rebana seakan memecah keheningan pagi di desa tersebut.

Setelah kirab, peserta menampilkan keterampilan seperti pencak silat dan tarian di tengah lingkaran. Kemudian peserta membawakan cerita awal mula daerah itu diberinama kampung Siwarak.

5. Perayaan Isra Miraj di Karo, Sumatera Utara
Di Karo masyarakat merayakan Isra’ Mi’raj dengan cara mempraktikkan sebuah tradisi yang disebut Kerja Tahun. Ini adalah semacam pesta panen yang dilakukan orang desa sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah Tuhan. Kerja Tahun ini beda-beda waktu penyelenggaraannya, tergantung dari tiap desa. Sebagian desa merayakannya menjelang Isra Miraj.

Itu semua tadi adalah tradisi peringatan isra’ mi’raj yang ada di Indonesia. Bagaimana dengan yang di luar sana? Alangkah baiknya kita simak pembahasan tradisi perayaan isra’ mi’raj di luar negeri di bawah ini.

6. Tradisi Rajeban Peksi Buraq Yogyakarta 
Rajeban Peksi Buraq di Yogyakarta menjadi salah satu tradisi Isra Mi’raj yang paling semarak. Kirab budaya yang satu ini memang sudah dilakukan secara rutin selama ratusan tahun yang lalu di keraton Yogyakarta. Dalam tradisi Rajeban Peksi Buraq nantinya Anda akan melihat simbol kendaraan Nabi Muhammad yang terbuat dari kulit jeruk Bali. Simbol kendaraan ini kemudian diarak oleh abdi dalem Kaji Selusin yang berasal dari Bangsal Kencana Kraton Yogyakarta. Mereka memanggulnya bersama-sama menuju ke Serambi Masjid Gede Kauman. Dalam arak-arakan, mereka meletakan juga simbol burung buraq  yang bertengger di tumpukan buah yang terdiri dari rambutan, manggis hingga tebu. Setelah sampai di Masjid, buah-buahan tersebut dibagikan kepada masyarakat yang ada di sekitar sana.

7. Pawai Obor Bandung
Bandung juga memiliki tradisinya sendiri untuk menyemarakan momen Isra Mi’raj, yaitu Pawai Obor Bandung. Tradisi Isra Mi’raj di Indonesia ini diadakan di Taman Tegallega. Biasanya acara tersebut akan diramaikan oleh ribuan orang. Para peserta Pawai Obor Bandung mulai menyalakan obor. Setelahnya para peserta akan melewati beberapa rute tertentu untuk nantinya sampai ke titik akhir tujuan. Selama Pawai para peserta juga akan menyerukan yel-yel untuk saling menyemangati.

8.  Khatam Kitab Temanggung
Merayakan Isra Mi’raj memang paling bermakna dengan melakukan kegiatan keagamaan seperti mengaji. Inilah yang masyarakat Temanggung lakukan untuk memperingati Isra Mi’raj. Tradisi mengkaji kitab ini dinamakan Khatam Kitab Arja yang merupakan tulisan dari KH Ahmad Rifai al-Jawi. Dalam kitab tersebut terdapat cerita lengkap mengenai Isra Mi’raj Nabi Muhammad. Pada kesempatan tersebut, kitab tersebut dibacakan oleh dua orang kiai dan masyarakat yang datang pun dengan hikmat mendengarkannya.

9. Tradisi Nyadran Desa Sirawak
Tradisi Isra Mi’raj di Indonesia berikutnya yang bisa Anda lihat yaitu tradisi Nyadran Desa Sirawan. Dalam kirab budaya ini, RedTraveler akan melihat replika hewan berupa badak Sirawak yang di dalamnya diisi sayur dan buah-buahan. Sambil diarak, para penduduk di sini meramaikannya dengan musik lesung dan permainan tradisional thek-thek. Tidak hanya itu, kirab semakin ramai dengan berbagai atraksi seperti tari-tarian yang juga disaksikan oleh warga sekitar.

10. Ambengan Magelang
Ambengan Magelang adalah semacam acara seperti perkumpulan warga sekitar Magelang mulai dari lingkup dusun, RT, RW hingga kampung. Dalam bahasa Magelang, Ambengan sendiri memiliki arti makan. Tradisi makan bersama yang diselenggarakan ini dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT.

Biasanya sebelum acara makan-makan dimulai akan diadakan  pembukaan berupa pengajian. Setelahnya, barulah warga yang hadir makan bersama-sama dalam sebuah wadah besar yang terbuat dari daun pisang. Untuk sajiannya sendiri biasanya berisikan nasi, lauk pauk hingga sayuran. Makan bersama ini juga memiliki arti bahwa semua lapisan masyarakat sama tanpa ada perbedaan status sosial.

Sedangkan di beberapa negara muslim memiliki tradisi sendiri dalam memperingati hari Isra Mi'raj 

1. Pengadaan Konferensi di Amerika, Australia, dan Inggris
Ada banyak cara merayakan Isra Miraj di kalangan orang Amerika. Menurut TimeandDate.com, konferensi tentang Isra’ Mi’raj diadakan di beberapa negara bagian Amerika Serikat dalam beberapa kali. Media telah melaporkan bahwa ribuan Muslim di California, Wisconsin dan negara-negara bagian lain merayakan perayaan ini setiap tahun.

Selain itu, banyak juga muslim lain di sana membuat doa-doa khusus di malam hari. Sebagian orang menghadiri doa dan khutbah di pusat-pusat Islam atau masjid sementara yang lain menikmati Isra Mi’raj di rumah masing-masing. Beberapa muslim merayakannya selama dua hari.

2. Tradisi Berbagi Permen, Kanada
Di Kanada, beberapa muslim membuat permen dan membagi-bagikannya untuk tetangganya. Beberapa Muslim merayakan acara Isra Miraj selama dua hari. Kegiatan lain yang terkait dengan Isra Miraj dan termasuk puasa di siang hari, serta membaca Al-Quran dan menggunakan tasbih di malam hari.

Beberapa orang membuat permen untuk berbagi dengan orang lain atau memberikan sumbangan untuk amal. Beberapa siswa belajar tentang Isra Miraj dengan mendengarkan ceramah para ulama dengan CD atau rekaman, sedangkan sebagian lainnya membaca materi yang diperoleh dari toko buku, perpustakaan dan sumber-sumber lainnya.
 

Penulis : Redaksi

Editor : Nor Syakila