Alasan Penyelundupan, Pulau Komodo akan Ditutup Tahun 2020

 Alasan Penyelundupan, Pulau Komodo akan Ditutup Tahun 2020
Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (Int)

KabarMakassar.com-- Komodo salah satu hewan langka yang hanya ada di Indonesia tepatnya di pulau Komodo, Kepulauan Nusa Tenggara. Pulau ini juga merupakan habitat asli dari komodo.

Akhir-akhir ini banyak terjadi kasus penyeludupan komodo  hingga membuat pemerintah NTT berencana menutup  Pulau Komodo tahun 2020 mendatang. 

Tidak hanya itu, Marius Ardu Jelamu mengungkapkan bahwa rencana penutupan Pulau Komodo itu juga sebagai respons adanya kasus penyelundupan 41 ekor komodo ke luar negeri.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkap sejumlah komodo yang dicuri dan akan dijual seharga Rp 500 juta bukan berasal dari Taman Nasional (TN) Komodo, Manggarai Barat, NTT, melainkan dari daratan Flores utara.

"Dari penampakan morfologi fisiknya, itu (komodo-komodo yang diselundupkan) bukan dari Taman Nasional Komodo, tapi dari daratan Flores utara, kondisinya lebih kecil dan lebih colorful (berwarna-warni)," kata Dirjen KSDAE KLHK Wiratno di Jakarta, yang dilansir Antara, Kamis (28/3)(sumber detik.com jaringan KabarMakassar.com).

Untuk memastikan asal komodo yang diselundupkan itu, Wiratno mengatakan saat ini Lembaga Biologi Molekuler Eijkman sedang melakukan tes DNA terhadap komodo-komodo itu.

Dia berharap hasil uji DNA komodo-komodo yang diperjualbelikan itu dapat segera diperoleh dalam waktu dekat. Menurut dia, komodo-komodo yang ditangkap di luar taman nasional itu jauh lebih lebih berwarna-warni ketimbang yang ada di TN Komodo.

Menurut Kepolisian Daerah Jawa Timur mengungkap pelaku tersebut sudah tujuh kali melakukan aksi semacam itu sejak 2016 sampai 2019 sebanyak 41 komodo dengan harga Rp 500 juta ke luar negeri 

Hingga saat ini, kasus penyeludupan komodo masih ditangani Polda (Polisi Daerah) Jawa Timur.



 

Penulis : Redaksi

Editor : Nor Syakila