Game PUBG Batas Bermain 6 Jam

Game PUBG Batas Bermain 6 Jam
Game PUBG, PlayerUnknown's BattleGround's (Int)

KabarMakassar.com-- Game PUBG game yang saat ini lagi viral, game yang diduga menyebabkan kecanduan mendapatkan kecaman dari beberapa negara dan akan dibanned salah satunya negara India.

Hal inilah yang membuat Tencent, pengembang PUBG alias PlayerUnknown's Battlegrounds membuat fitur khusus.

Rencananya Tencent akan memperkenalkan fitur baru bagi pecandu PUBG agar waktu bermainnya dapat dibatasi.

Tencent pun mengakui bahwa fitur ini dirilis karena adanya wacana pemblokiran PUBG Mobile di India.

"Kami memperkenalkan sistem gameplay yang sehat di India untuk mempromosikan game yang seimbang dan bertanggung jawab, termasuk membatasi waktu bermain untuk pemain di bawah umur," ungkap Tencent melalui keterangan resminya.

Tencent menyatakan, kami terkejut mengetahui bahwa pihak berwenang setempat di beberapa kota di India telah memutuskan untuk memberlakukan larangan bermain game ini.

Setelah fitur ini terpasang, pencandu PUBG hanya bisa bermain dengan durasi waktu tertentu saja. Dan alat baru ini telah diuji coba di India sejak 21 Maret 2019.

Pemain melaporkan bahwa mereka mendapatkan pesan peringatan terkait waktu bermain ketika melakukan proses login pada akun masing-masing.Pesan tersebut akan muncul ketika pemain telah bermain PUBG Mobile selama enam jam, di hari yang sama.

Jika pemain sudah melewati batas waktu tersebut, maka ia baru bisa kembali melakukan login di hari berikutnya.Menurut pihak Tencent, fitur ini memang sengaja dibuat agar PUBG Mobile tetap dapat dimainkan secara sehat dan bertanggung jawab.

Tencent pun mengakui bahwa fitur ini dirilis karena adanya wacana pemblokiran PUBG Mobile di India.

"Kami memperkenalkan sistem gameplay yang sehat di India untuk mempromosikan game yang seimbang dan bertanggung jawab, termasuk membatasi waktu bermain untuk pemain di bawah umur," ungkap Tencent melalui keterangan resminya.

Tencent menyatakan, kami terkejut mengetahui bahwa pihak berwenang setempat di beberapa kota di India telah memutuskan untuk memberlakukan larangan bermain game ini.

Di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) tengah mengkaji usulan masyarakat terkait fatwa game PUBG. Sejumlah masyarakat menilai ada unsur radikalisme yang dimainkan dalam game ini.

Game PUBG menuai kontroversi setelah masyarakat menilai permainan tersebut dapat memicu radikalisme karena mempraktikkan peperangan dan pembunuhan.

Permainan ber-genre battle royale itu disebut mirip dengan aksi pelaku penembakan di masjid di Christchurch, Selandia Baru.

Sementara itu, penggemar PUBG yang kerap bermain curang harus waspada.Pemain curang saat bermain PUBG bisa "ditangkap" oleh PUBG Corp.

PUBG Corp memasang teknologi baru untuk menangkap pemain PUBG curang.Pembuat PUBG memasang teknologi terbaru, yakni teknologi machine learning.

Selain memakai program anti curang dari third party, seperti BattlEye dan Uncheater, tim terkait di PUBG Corp juga memakai machine learning untuk mempelajari kebiasaan main penggunanya.

"Kami memahami bahwa satu orang yang bertindak curang bisa berdampak amat besar pada kegembiraan sedemikian banyak orang (dalam memainkan PUBG)," kata PUBG Corp seperti dikutip PCGamer.com.

Sehingga PUBG Corp perlu menjaga level keamanan lebih tinggi dibandingkan game lain.

Sementara itu, menurut laporan yang diterbitkan firma riset Sensor Tower, pendapatan PUBG Mobile mencapai angka 32,5 juta dollar AS atau sekitar Rp 46 miliar dalam kurun waktu satu bulan selama November lalu.

Angka tersebut menjadi jumlah pendapatan tertinggi sejak pertama kali game ini dirilis.

Dengan kata lain, para pemain PUBG Mobile menghabiskan total 1,1 juta dollar AS setiap harinya selama satu bulan.

Angka pendapatan ini meningkat sebesar 44 persen dari bulan Oktober.

Sebelumnya, pendapatan tertinggi yang pernah dicapai oleh PUBG Mobile dalam waktu satu bulan adalah sebesar 25,7 juta dollar AS pada bulan Agustus 2018.


 

Penulis : Redaksi

Editor : Nor Syakila