Mahasiswa Lapor Ke Ombudsman Soal Uang Wisuda Naik

Mahasiswa Lapor  Ke Ombudsman Soal Uang Wisuda Naik
Lexy, Eugenius, Aprianto, dan Jordan Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus Makassar (Foto : Isak pasa'buan)

KabarMakassar.com-- Dalam Undang-Undang Dasar Pasal 31 ayat (1)  tahun 1945, dikatakan jika "Setiap warga negara berhak mendapatkan Pendidikan," namun pada kenyataanya dalam istitusi pendidikan belum sepenuhnya terwujud.

Hal ini yang dirasakan oleh ke-empat  mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) Paulus Makassar yaitu Lexy, Eugenius, Aprianto, dan Jordan.

Mereka telah melaporkan kejanggalan biaya wisuda UKI Paulus Makassar ke Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Selatan.

"Betul kami telah memasukkan laporan pada hari Rabu, 13 Maret 2019 ke Ombudsman dan  ditanggapi dengan baik oleh pihak Ombudsman. Dan laporan akan segera di proses sesuai aturan yang berlaku, jadi kami sisa tunggu hasil pemeriksaan Ombudsman. Karena sebelum melapor kami sudah tempuh jalur audience namun hasil yang kami dapatkan tidak pernah sesuai dengan harapan kami, jadi kami melapor ke Ombudsman" Kata Eugenius.

Saat dikonfirmasi lewat viaWhatsApp ke empat mahasiswa menjelaskan jika alasan mereka melaporkan karena biaya wisuda kali ini tidak pernah berpihak ke mahasiswa, dan biaya kali ini lebih tinggi dibandingkan wisuda sebelumnya.

"Biaya wisuda kali ini betul-betul mengagetkan kami, karena lebih tinggi dibandingkan wisuda sebelumnya yang menggunakan Balai Jenderal M. Jusuf, dan wisuda kali ini menggunakan fasilitas kampus jadi seharusnya biaya wisuda tidak terlalu tinggi. Bahkan banyak yang keberatan dengan biaya wisuda, sesuai dengan hasil kuisioner online yang kami buat. Dari 434 orang responden, ada 421 orang yang merasa keberatan dan 13 orang yang merasa tidak keberatan" Ujar Lexy yang juga merupakan pelapor.

Adapun harapan mahasiswa yang melapor ke Ombudsman ialah semoga kampus mempertimbangkan kembali biaya wisuda kali ini yang memberatkan bagi mahasiswa.

"Kita tunggu hasil proses laporan kami di Ombudsman dan dalam posisi ini kami berharap penuh ada kebijaksanaan dari pimpinan kampus apabila hasil laporan kami berujung pada hasil yang berpihak kepada kampus," tutup Lexy.

Penulis : Isak Pasa'buan

Editor : Nor Syakila