Pesawat Boeing 737 Max 8 Milik Lion Air Ditahan

 Pesawat Boeing 737 Max 8 Milik Lion Air Ditahan
Pesawat Lion Air Boeing 737 Max 8 (int)

KabarMakassar.com-- Kejadian yang menimpa pesawat Ethiopian Airlines beberapa hari yang lalu masih meninggalkan beberapa misteri dan diduga penyebab kecelakaan tersebut disebabkan oleh teknologi terbaru yaitu  MCAS.

Manoeuvring Characteristics Augmentation System (MCAS) adalah  teknologi yang berfungsi untuk mengukur ketinggian bagian moncong pesawat saat mengudara. Apabila bagian moncong pesawat dianggap terlalu tinggi, sistem tersebut akan otomatis menurunkan hidup pesawat.

Sebenarnya, teknologi itu juga hanya akan menyala dalam mode auto-pilot. Masalah akan timbul, apabila teknologi itu menyala pada mode manual.

Saat ini salah satu Perusahaan pesawat yang menggunakan teknologi tersebut adalah pesawat Lion Air. 

Dilansir dari detik.com jaringan KabarMakassar.com, Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia cabang Makassar masih menahan satu pesawat jenis Boeing 737 Max 8 milik Lion Air di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan. Penahanan pesawat dilakukan sejak Selasa (12/03) siang. 

Pesawat itu sebelumnya terbang dari Trivandrum, India, menuju Makassar hendak ke Jakarta mengangkut penumpang umrah. Seluruh penumpangnya telah dialihkan ke pesawat lain dengan tipe Boeing 739 ER oleh pihak Lion Air menuju Jakarta. 

"Ya kemarin ada satu pesawat B737 Max Lion Air yang terbang dari Trivandrum, India, menuju Makassar, Sulawesi Selatan dan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar sekitar pukul 13.05 Wita," kata GM Airnav cabang Makassar, Novy Pantaryanto, Rabu (13/03).

Penahanan pesawat ini dilakukan oleh pihak Airnav atas arahan dari Kementerian Perhubungan berkaitan dengan pelarangan operasional Boeing 737 Max 8, khususnya di seluruh bandara area kerja Airnav cabang Makassar.

"Kemarin juga ada pesawat Boeing B737 Max dengan registrasi PKLQF yang akan beroperasi di UPG-FIR akan melakukan penerbangan hari ini sekitar pukul 18.55 Wita. Pesawat tersebut terbang dari Phudong, China ke Denpasar, Bali menuju Jakarta. Kita hold di Bali," lanjutnya.

AirNav Indonesia melakukan langkah khusus dengan melakukan identifikasi awal penggunaan Boeing 737 Max 8 melalui mekanisme rencana penerbangan. Apabila ada penerbangan yang menggunakan tipe pesawat itu, maka maskapai yang bersangkutan akan diminta mengganti tipe pesawatnya. 

"Kita sudah berkoordinasi dengan semua pihak termasuk kantor Otoritas Wilayah V Bandara Makassar. Kalau ada kita temukan, pasti akan kita hold dulu. Kita juga masih menunggu keputusan selanjutnya," pungkasnya.

Pelarangan terbang pesawat Boeing 737 Max 8 di Indonesia dan beberapa negara lainnya di Dunia ini, merupakan imbas dari kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines beberapa hari lalu. Dalam musibah tersebut ada 1 orang WNI yang menjadi korban.

Penulis : Redaksi

Editor : Nor Syakila