Desakan Pemuda dan Masyarakat Tolak Wisata Halal Di Toraja

Desakan Pemuda dan Masyarakat Tolak Wisata Halal Di Toraja
Aksi Demo kelompok mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Toraja Bersatu, Tolak Wisata Halal di Toraja, Senin (11/3).

KabarMakassar.com -- Ratusan pendemo dari Aliansi Masyarakat Toraja Bersatu melakukan aksi menolak keras wacana wisata halal yang diterapkan di Tona Toraja dan Toraja Utara, Senin (11/3).

Aksi demo berlangsung dibeberapa titik mulai dari Kantor Bupati Tana Toraja, DPRD Tana Toraja dan juga berorasi sekitaran plaza kolam Makale, Tana Toraja.

Massa yang bergerak ke gedung DPRD Tana Toraja melakukan penolakan keras terkait pernyataan Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman beberapa waktu lalu yang bakal menerapkan wisata halal di dua kabupaten yakni Tana Toraja dan Toraja Utara.

Ketua Forum Pemerhati Budaya Toraja, Sismay Eliata Tulungallo mengatakan, jika para anggota dewan menyetujui wisata halal di Toraja maka ia meminta kantor DPRD Tana Toraja segera ditutup.

"Jika DPRD Tana Toraja menyetujui wisata halal di Toraja maka saya meminta kepada seluruh adik-adik saya untuk membawa kayu satu mobil dan menutup kantor DPRD Tana Toraja," ujar Sismay Eliata Tulungallo dalam orasinya.

Sisway mengatakan, percuma kita punya dewan perwakilan rakyat jika tak mau dengar tangisan masyarakat toraja.  

"Percuma kita punya dewan permusyawaratan rakyat jika tidak mau mendear suara tangisan kita," jelas Sismay.

Berikut tuntutan Aliansi Masyarakat Toraja Bersatu,

1. Menolak dengan keras penerapan wisata halal di Tana toraja dan Toraja utara.

2. Mendesak Pemda dan DPRD Tana Toraja untuk menentukan sikap menolak wisata halal secara tertulis dan resmi dalam kurun waktu 2x24 jam.

3. Mendesak Kadis Parawisata Tana Toraja untuk mencabut pernyataan di media yang menyatakan sikap menyetujui penerapan wisata halal.

Terpisah dengan anggota DPRD, Kristian HP Lambe saat menerima aspirasi Aliansi Masyarakat Toraja Bersatu mengatakan, rasa terima kasihnya atas kedatangan adik-adik untuk menyampaikan aspirasinya di gedung rakyat DPRD.

"Saya berterima kasih kepada semua adik-adik yang datang menyuarakan aksinya, dan marilah kita bersama-sama menolak keras wisata halal di Tana Toraja, jangan membangunkan tidur panjang leluhur orang Toraja, untuk marah karena terusik dengan adat istiadat budaya yang dicabik-cabik. Wisata Halal hanyalah fiksi atau mimpi seorang Wagub ASS, wisata halal tidak bisa diterapkan di Toraja" kata Kristian HP Lambe.

Penulis : Andarias Padaunan

Editor : Fritz Wongkar