SAPMA PP Tolak Wisata Halal

SAPMA PP Tolak Wisata Halal
Gerakan Pemuda Tolak Wisata Halal ( Foto : Andarias Padaunan )

KabarMakassar.com-- Kami belum tahu persis apa maksud Pak Wagub dari Konteks Wisata Halal. 

Praditya Londong Allo menurut kami memang perlu ada wisata kuliner umum disetiap Objek Wisata Toraja. Agar para wisatawan tidak bingung dalam mencari makanan sehingga mereka merasa nyaman.

Bagaimanapun kita harus menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama. 

Toraja dari dulu terkenal sebagai daerah yang Menjunjung Tinggi Nilai Toleransi antar Umat Beragama dan belum pernah terjadi Diskriminasi antar umat beragama seperti yang terjadi di daerah lain seperti penyegelan tempat ibadah.

Dari dulu sampai sekarang banyak wisatawan yang berkunjung ke Toraja dan tidak ada yang pernah kami kasih makan makanan yang dianggap haram bagi mereka. Di Toraja Banyak rumah makan (RM) yang halal 100% karna pemiliknya orang muslim.

Masyarakat Toraja sangat memahami soal toleransi, berbicara kata halal dan haram. Tidak terlepas dari pada agama jangan buat Toraja menjadi petak-petak dengan kontes halal.

Saya secara pribadi menanggapi bahwa yang dinamakan makanan haram itu, ketika kamu makan dan keluar kembali artinya tidak diterima tubuh kita" ucapnya.

Makanan haram itu ketika kamu memberikan makan dari hasil korupsi Toraja dikenal sebagian besar penduduknya menganut Agama Nasrani.

Toraja mempunyai sejarah Peradaban dan Komunitas dimana Kita tidak bisa melarang masyarakat untuk memakan makanan yang sebagian orang mengatakan haram, bagi mereka haram tetapi bagi kami halal .

Agamamu Ya Agamamu

Agamaku Ya Agamaku.

Sama halnya di daerah Lain yang notabene mayoritas muslim, tidak mungkin kita mau melarang mereka berhijab.!!

Jangan sampai kata halal dan haram membuat masyarakat Toraja terpecah, akan tetapi kami lebih sepakat jika di setiap objek wisata Toraja ada warung makan dan sejenisnya.

Yang menyajikan makanan umum yang mana pemiliknya dan yang mengelola makanan tersebut beragama muslim demi kenyamanan wisatawan yang muslim.

Kami meminta Pak Wagub untuk melakukan jumpa Pers dan mengklarifikasi maksud dari kata 'Wisata Halal'.

Kami juga meminta kepada Pemda Tana Toraja agar mengkaji secara matang dan mempertimbangkan dari segi Kearifan Lokal terkait konteks 'Wisata Halal'.

Kita semua tahu bahwa lebih dari setengah dari jumlah penduduk Tana Toraja Utara memilih Pak wagub pada saat Pilgub.

Yang artinya masyarakat Toraja sangat cinta dan mempercayai bapak sebagai pemimpinnya.

"Tolonglah....Macam mana pula ini , karna pemahaman saya sebagai orang awam kata 'Wisata Halal' itu Aneh. Berarti Wisata Burake (Patung Yesus) wisata Singki'(Patung Salib) itu Haram???" jelasnya.

Apa bedanya Toraja dengan Bali dan Manado yang mana masyarakatnya banyak mengkomsumsi makanan yang mereka katakan haram.

Kami berharap agar kita masyarakat Toraja agar tetap tenang jangan sampai kita terprovokasi dengan Konteks 'Wisata Halal'.Sambil kita menunggu klarifikasi dari pihak yang mengeluarkan konteks tersebut.

Intinya Kami masyarakat Toraja tau toleransi antar umat beragama. Sejauh ini belum ada wisatawan yang datang ke Toraja lalu kami berikan makanan yang dianggap mereka haram.

Lestari Alamku

Lestari Desaku

Lestari Budayaku

Lestari Adatku

"Misa'Kada dipotua" "Pantan Kada dipomate" jelas Praditiya Londong Allo. 

 

Penulis : Andarias Padaunan

Editor : Redaksi