Menakar Kinerja Prof NA-ASS Enam Bulan Memimpin "Sulsel is Full of Beautiful Hopes"

Menakar Kinerja Prof NA-ASS Enam Bulan Memimpin "Sulsel is Full of Beautiful Hopes"
MS Baso DN (Direktur Eksekutif Forsospolmas Sulsel)

KabarMakassar.com-- Saya adalah salah seorang warga Sulsel yang merasa bersyukur dan bangga karena ikut diundang oleh salah satu stasiun TV Nasional di Jakarta untuk menjadi penanggap bedah visi misi  Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel yang terpilih pada periode 2018-2023 .

Dalam kapasitas sebagai Direktur Eksekutif Forum Pemerhati Masalah Sosial Politik dan Kemasyarakatan (Forsospolmas) Sulsel, tepatnya 26 Juli 2018, bersama Narasumber Prof Nurdin Abdullah (Gubernur terpilih) , Dr Gun Gun Haryanto (Pengamat Komunikasi Politik) dan juga dihadiri oleh Ketua Tim Sukses Prof Andalan, Taufik Fachrudin, sebelum Prof NA dan ASS secara resmi dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, 5 September 2018.

Di dalam bedah visi dan misi Prof Andalan (Prof. H.M. Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman, S.T.) memulai dengan tagline ‘Jujur, Cerdas dan Kerja Nyata’.

Yang pertama mencerminkan kesadaran menjunjung tinggi integritas.

Jujur atau kejujuran dikedepankan karena apapun yang dilakukan dengan kejujuran berpotensi mendatangkan kebaikan dan terutama merangsang ‘trust’ dari publik.

Jujur juga mencerminkan suatu tindakan yang berani dan bertanggung jawab.

Kata yang kedua mencerminkan semangat menjunjung kapasitas atau kompetensi di dalam menjadi pemimpin. 

Kompetensi diperlukan guna menyikapi, mencermati dan menyerap berbagai masalah di daerah serta merumuskan formula atau langkah-langkah strategis dalam mengupayakan solusi bagi persoalan.

Signifikansi tagline ‘cerdas’ merujuk pada semangat merumuskan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan. 

Ketiga, kerja nyata merujuk pada komitmen nyata bahwa segala yang dirumuskan dalam visi dan misi, yang diserap dari aspirasi, sebagai hasil kontrak politik dengan rakyat, harus terwujud dalam suatu tindakan nyata.

Kerja nyata adalah tahapan final dari tahapan-tahapan mencermati masalah. Indikator dari adanya kerja nyata adalah adanya perubahan nyata.

Dengan demikian, semangat dari tagline ‘jujur, cerdas dan kerjanyata’ bisa dinyatakan ‘bekerja’ senyata-nyatanya demi rakyat dengan menjunjung tinggi kejujuran, akuntabilitas dan selalu mendasarkan pada ilmu pengetahuan.

Prof. Andalan mengusung visi Sulawesi Selatan yang Inovatif, Produktif, Kompetetif, Inklusif dan Berkarakter. 

Untuk lebih dimengerti, kelima poin dari visi tersebut bisa dipenggal satu demi satu. 

Pertama, inovatif yakni daerah (Sulsel) memiliki kemampuan menciptakan gagasan, produk dan layanan baru yang memberikan ‘nilai tambah’ signifikan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat (Sulsel).

Kedua, kompetetif berarti berkemampuan menghasilkan SDM, produk barang dan jasa yang mampu terserap oleh pasar.

Ketiga, produktif berarti berkemampuan menghasilkan produk dan jasa yang berdaya saing dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Keempat, inklusif yakni kondisi sistem dan lingkungan Sulsel yang ramah untuk semua tanpa hambatan dengan cara melibatkan partisipasi masyarakat tanpa kecuali. Dan kelimat berkarakter, yakni spirit pembangunan berdasarkan agama dan budaya masyarakat Sulsel.

Kelima poin dari visi pasangan Prof Andalan ini menjadi jiwa/semangat bagi wujud program spesifik pasangan ini yang muaranya demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Sulsel.

Nah dari uraian tersebut, saya melihat beberapa diantaranya telah dan sedang dilaksanakan, terutama bagaimana pemerintahan ini berjalan dalam koridor yang sesungguhnya sebagai pelayan masyarakat bukan dilayani oleh masyarakat. 

Percepatan proses perizinan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan infrastruktur dan sebagainya.

Selanjutnya program kerja yang dituangkan dalam visi misi juga sedang dalam proses komunikasi dengan pelibatan seluruh stakeholder pembangunan, baik pemerintah pusat maupun investor luar negeri seperti dari Negara Sakura Jepang yang beberapa hari terakhir ini sedang dikunjungi oleh Gubernur Sulsel seperti yang diutarakan oleh Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah dalam untaian pesan yang dikirim melalui medsos kepada masyarakat Sulsel 

"Dari Matsuyama saya (Prof NA) terbang ke Tokyo untuk menghadiri pertemuan dengan menteri sekertaris kabinet Jepang, Mr Yoshihide Suga didampingi oleh Gubernur Ehime" tulisnya.

Dalam pertemuan ini kami membahas beberapa hal diantaranya Mengembalikan Konsulat Jenderal Jepang di Makassar yang saat ini masih menjadi kantor perwakilan. 

Dalam kesempatan ini pun saya (Prof NA) meminta kepada pemerintah Jepang untuk membantu dalam percepatan pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan, termasuk membahas pembangunan Kereta Api Sulsel dan Monorel di kota Makassar. 

Mengadopsi sistem MichinoEki yaitu supermarket Jepang yang dibangun oleh pemerintah namun diisi oleh hasil pertanian petani dan produk UKM masyarakat, sekaligus melaporkan mengenai kerja sama budidaya ikan dengan Wajima Project dan rencana pengiriman alumni alumni perikanan di Sulsel untuk persiapan SDMnya.

"Mohon doanya!" (tulis Prof NA)

Nah, dari sinilah kita bisa menarik sekaligus bisa menakar bahwa Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah telah melakukan serangkaian komunikasi dan strategis agar apa yang menjadi visi misi dan program kerjanya dapat terealisasi dan sekaligus akan menjawab pertanyaan masyarakat tentang kinerja Prof NA dalam kurun waktu enam bulan terakhir ini.

Selamat bekerja dan berkarya pak Gubernur Demi Rakyat Sulsel.

Sulsel is full of beautiful hopes

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi