Makassar Kekurangan Guru, Disdik Berharap Peranan Guru Kontrak

Makassar Kekurangan Guru, Disdik Berharap Peranan Guru Kontrak
Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Abdul Rahman Bando, (Foto: Isak Pasabuan/KabarMakassar.com).

KabarMakassar.com -- Guru Kontrak punya peranan sangat penting terutama dalam menutupi kekurangan tenaga pengajar ASN yang ada di Kota Makassar. Senin (4/3).

Kepala Dinas Pendidikan Abdul Rahman Bando saat diwawancara di kediaman Walikota Makassar, memaparkan jika dari hasil temuannya, Dinas Pendidikan kekurangan 1.459 guru untuk Sekolah Dasar (SD), sementara 492 guru tingkat SMP telah tertutupi dengan guru kontrak.

“Kalau tidak ada mereka, (Sistem pengajaran) bukan lagi pincang tapi memang tidak bisa berjalan,” ungkapnya.

Lanjut menjelaskan jika dirinya mengeluhkan kurangnya tenaga pengajar yang menjadi pegawai ASN sehingga beberapa pelajaran tidak bisa berjalan dengan maksimal. 

“Nah, yang masalah sekarang guru kontrak belum diperpanjang, ini yang membuat sedikit ada kegelisahan. Belum tahu kapan ada tanda tangan perpanjangannya,” terangnya.

Menurutnya Dinas Pendidikan sedang menyusun laporan akhir untuk diajukan ke Wali Kota untuk ditetapkan. Dia juga mengatakan akan menggabungkan beberapa sekolah karena kekurangan siswa. Menurutnya sistem pengajaran yang normal, satu kelas berisi 28 siswa.

“Normalnya satu kelas 28 orang, realitasnya ada 10 orang,” kata Abdul Rahman Bando.

Dia menambahkan bahwa itu tidak akan mengganggu ke berlangsungan Ujian Nasional, walaupun memang sekolahnya akan digabungkan. 

Saat dimintai penjelasan mengenai pengesahan ijasah ketika sekolah di lebur, dia mengatakan bahwa itu bisa di urus di Dinas Provinsi.

“Yang penting berakhir di ijazah, jadi tidak akan jadi masalah. Sekarang bisa sahkan ijazah di dinas provinsi,” pungkasnya.

Sementara untuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)  kepulauan, beberapa daerah akan digabungkan karena ketersediaan jaringan yang paling utama dari UNBK dan sumber listrik. 

“Lebih 100 siswa akan bergabung ke sekolah lain dan itu sudah di atur. 45 SMP ada di pulau, 6 ada di pulau, 2 bisa mandiri dan 4 digabungkan di sekolah lain,” tutupnya.
 

Penulis : Isak Pasa'buan

Editor : Fritz Wongkar