Madrasah Harus Siapkan Santrinya Hadapi Revolusi Industri 4.0

Madrasah Harus Siapkan Santrinya Hadapi Revolusi Industri 4.0
Seminar Nasional bertema ‘Membangun Kualitas Pendidikan, Madrasah Menghadapi Revolusi industri 4.0,

KabarMakassar.com -- Revolusi industri diera global harus disikapi masyarakat dengan bijak, cepat dan tepat. Tidak terkecuali para santri, yang juga merupakan bagian dari masyarakat, yang tengah giat-giatnya melakukan pembangunan.

Pemerintah Kota Makassar pun ikut menggelorakan revolusi industri 4.0, karena telah banyak produk teknologi yang menandai dimulainya revolusi industri 4.0 sehinga tidak dapat ditolak.

Ketua Umum Alumni Annahdlah Muh Rizal Syarifuddin, pada Seminar Nasional bertema ‘Membangun Kualitas Pendidikan, Madrasah Menghadapi Revolusi industri 4.0, mengatakan para santri berada dalam ambang keresahan atas industri tersebut.

Menurutnya selain kemudahan yang diberikan, begitu banyak dampak negatif yang juga dihasilkan. Sehingga pihaknya, berkewajiban menggelar kegiatan itu.

“Kegiatan ini hadir karena keresahan Santri dalam menghadapi industri 4.0. Jangan sampai kehadiran 4.0 malah menjadikan Madrasah pada klaster yang semakin dipisahkan,” kata Rizal di Baruga Angin Mamiri, Jumat (1/3).

Menurul Rizal, Madrasah memang menjadi klaster tersendiri dalam kurikulum dunia pendidikan, sehingga perlu adanya fokus pada perubahan kurikulum Madrasah

Selain itu, industri 4.0 berpengaruh pada tingkat kesopanan, penerimaan dan karakter secara menyeluruh pada Siswa/santri dalam kesehariannya.

“Anak-anak (Siswa/santri) kita sudah bosan dengar cermah, mereka lebih gemar mencari informasi agama yang lebih simpel melalui browsing. Bentuk bentuk mendengar guru mengajar mulai berubah. Bahkan mereka lebih sering belajar yang instan lewat browsing,” lanjutnya.

Dan itu berdampak pada perilaku menghormati siswa terhadap gurunya berkurang karena mereka ada tempat lebih mudah mendapatkan ilmu.

Rizal menambahkan, sehingga dengan seminar nasional ini, bisa memberikan pemahaman tentang revolusi industri 4.0.

“Bagaimana santri menghadapinya dan kurikulum yang akan dihadirkan dalam revolusi tersebut. Karena industri 4.0 hadir membawa bentuk budayanya sendiri sehinga kita membutuhkan kesiapan dalam penerimaannya,” tutup Rizal.

Penulis : Isak Pasa'buan

Editor : Fritz Wongkar