Mengulik "CinTa" Cindolo Na Tape Makanan Khas Pinrang

Mengulik "CinTa" Cindolo Na Tape Makanan Khas Pinrang
Mengulik "CinTa" Cindolo Na Tape Makanan Khas Pinrang

KabarMakassar.com -- Mendengar kata cinta mungkin terlintas dalam pikiran kita ada hubungan laki-laki dan perempuan dalam memadu kasih, tapi kali ini cinta yang dimaksud adalah Cindolo na Tape disingkat "CinTa". 

CinTa adalah salahsatu makanan favorite orang bugis di Pinrang, perpaduan makanan cendol dan tape yang digabung jadi sebutannya orang bugis cindolo' na tape. Makanan penutup yang paling dicari-cari ini mulai diminati para remaja baik di Pinrang maupun diluar kota Pinrang.

Makanan khas Cendon dan tape ini berbahan tepung terigu dan kuahnya dari gula merah bercampur santan yang biasa dikonsumsi dan di padukan dengan tape, tape adalah jenis makanan yang berasal dari beras ketan kemudian difermentasi dengan menggunakan ragi.

Paduan rasa manis dan asam  dikonsumsi dalam kondisi dingin dengan ditemani hembusan angin dari pinggir sawah membuat badan lupa akan panasnya terik matahari.

Rasna pedagang CinTa yang selama 7 bulan terakhir memilih menjual kuliner khas ini di pinggiran jalan Desa Patobong, Kecamatan Mattirosompe, Kabupaten Pinrang. Lokasi julannya cukup terkenal di Pinrang, jualannya berdiri dipinggir jalan dan tepat membelakangi area persawahan.

"Sebenarnya tempat ini sudah 20 Tahun berdiri, tapi penjualnya selalu ganti-ganti karena dulu waktu masih aktif pantai Langnga menjadi tempat wisata banyak wisatawan yang berdatangan biasanya kalau pulang atau mau pergi banyak yang singgah disini. Tapi saya tetap jualan makanan ini, dari pada juga tinggal dirumah tidak ada yang saya kerja" cerita Rasna.

Meski sempat kurang diminati para remaja, namun berangsur-angsur kuliner khas ini mulai ramai dibicarakan dan beredar di medsos jika makanan Cindolo na Tape ini sangat unik dan menarik.

Istilah Cindolo na Tape juga sempat menjadi heboh, meski tak ada kaitannya dengan alur cerita film dengan makanan khas Pinrang itu, "Cindolo na Tape" mampu membius remaja Makassar untuk menyaksikan film remaja. 

Sineas muda Makassar karya Sutradara Andi Burhamzah membalutnya kata CiNta dengan kisah kehidupan cinta monyet anak muda didalam cerita film lokal tersebut.
 

Penulis : Sulistiawati

Editor : Fritz Wongkar