Trend Kue Tradisional Apang Bugis yang Membudaya

Trend Kue Tradisional Apang Bugis yang Membudaya
Kue Apang Bugis (Foto: Mirwanto/KabarMakassar.com).

KabarMakassar.com -- Trend makanan modern memang selalu menarik perhatian kaum milenial, perubahan zaman dan dinamika budaya yang bergerak begitu cepat mendorong masyarakat terkhusus remaja milenial ikut arus dalam trend kekinian tersebut. 

Kemunculan kue-kue tradisional seperti putu mayang dan apang bugis juga tak luput dari proses budaya dan sistem nilai yang tidak terjadi begitu saja.

 Dalam beberapa bulan terakhir ini beberapa gerai yang menjajalkan kue tradisional dibanjiri pengunjung seperti outlet putu mayang jl. Cendrawasih, Todopuli dan di jalan Urip Sumiharjo begitu juga dengan apang bugis yang bertempat di jl. Mappaodang yang tiap hari tak pernah sepi pengunjung.

Outlet penjualan kue apang bugis itu baru berdiri sejak tahun 2018 lalu, Amran pemilik outlet Apang Bugis tersebut mengaku jik selalu dibanjiri permintaan yang sebagian besar dari kalangan remaja. 

"Dalam sehari kami bisa menghabiskan 4 ember adonan, 1 ember adonan, biasanya bisa meraup untung sebesar Rp700 ribu. 

Kue tradisional yang berbahan dasar tepung beras, gula merah dan kelapa itu kini jadi trend baru yang kekinian,"kata Amran.

"Ngga ngapang ngga asyik" kata salah seorang pengunjung yang ditemui saat membeli apang bugis.

Amran pengusaha muda asal Sidrap ini trnyata masih semester 8 dari kampus STIE Tridarma Nusantara Makassar, saat ditanya apa yang memotivasi dirinya untuk membuka usaha kue tradisioanal ini mengaku jika usahanya itu cukup simpel dan mengagumkan.

"Simple dan mengagumkan, rasa apang bugis yang saya buat itu beda dengan apang-apang lainnya yang dijual, karena bahan dasarnya seperti gula merah bugis dan tepung berasnya itu dipesan khusus dari tempat asal saya Sidrap, dan yang melatarbelakangi membuka outlet, yah..memulai bisnis saya sejak jualan kue di Sidrap, tapi tak selancar dan laku di sini," kata Amran.

Ia mengaku berinisiatif membuka outlet di Makassar yang tujuan lainnya adalah counter hegemoni akan menjamurnya kue modern yang tak punya akar sejarah dengan bangsa Indonesia.

"Kalau apang kan sangat sarat akan akar sejarah orang bugis, nenek moyang kita dulunya sejak saman penjajahan sebelum berangkat kerja paksa kan makan apang dulu," tandas Amran.

Penulis : Mirwanto

Editor : Fritz Wongkar