JK: PMI Harus Rutin Penyediaan Suplai Darah

JK: PMI Harus Rutin Penyediaan Suplai Darah
Pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Barat, dan Parovinsi Sulawesi Tenggara masa bakti 2018-2023, yang berlangsung di Hotel Claro, Jalan Andi Petterani, Makassar, Minggu (24/2).

KabarMakassar.com -- Pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Barat, dan Parovinsi Sulawesi Tenggara masa bakti 2018-2023, yang berlangsung di Hotel Claro, Jalan Andi Petterani, Makassar, Minggu (24/2).

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang juga merupakan ketua umum PMI mengatakan bahwa PMI bukan hanya sebatas mengabdi untuk kemanusiaan, akan tetapi PMI juga mempunyai tugas pokok yaitu membantu tanpa diskriminasi, mandiri dan bersatu.

"PMI bukan hanya mengabdi untuk kemanusiaan. PMI tentu mempunyai tugas pokok  yang selalu kita jalankan. Pertama membantu kemanusiaan tanpa diskriminasi, mandiri dan juga bersatu itulah yang menjadi prinsip-prinsip pokok daripada kita semua bekerja. Namanya relawan tentu berarti itu kerja dengan sukalera imbalanya tentu hanya Tuhan yang mengetahuai yang diberikanya karena kerelaan itu hanya dari hati", ucap JK dalam sambutanya.

JK melanjutkan, selain tugas pokok, PMI juga memiliki kegiatan rutin berupa penyediaan suplai darah. Dimana idealnya, dibutuhkan sekira dua persen stok darah dari jumlah penduduk yang ada.

Menurut JK Sejauh ini dalam hal bencana, Indonesia memiliki sistem yang telah berjalan baik.

“Terdapat enam gudang logistik jika terjadi bencana. Termasuk salah satunya di Makassar,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, JK juga menyampaikan rasa kagumnya pada relawan PMI, karena bekerja hingga persoalan di suatu daerah selesai.

“Tidak hanya pada saat peristiwa bencana terjadi atau 1 sampai 2 bulan pasca bencana saja, tapi benar-benar sampai selesai. Kita akan memberikan perhatian terhadap kebutuhan-kebutuhan PMI Provinsi,” tutupnya.
 

Penulis : Isak Pasa'buan

Editor : Fritz Wongkar