Yovie Widianto Kaget..! Lagu The Kadrijimmo Pas Buat Jomblower

Yovie Widianto Kaget..! Lagu The Kadrijimmo Pas Buat Jomblower
Single terbaru The KadriJimmo yang berjudul Ingin Punya Pacar Lagi., (Ist).

KabarMakassar.com -- Musisi dan juga komposer musik Indonesia, Yovie Widianto sangat terkesan dengan single terbaru The KadriJimmo yang berjudul Ingin Punya Pacar Lagi. Lagu ini bisa merepresentasikan perasaan banyak jomblower untuk jangan pernah takut jatuh cinta lagi.

Menurut Yovie lagu ini punya keunikan pada lirik, yang memaksa kita mendengar dengan seksama kata demi kata. Bercerita banget! Disamping musik yang apik yang ditata oleh Rendy Pandugo. Itu kata Yovie.

“Saya membuat lirik arahan Kadri, yang menyodorkan nada lirih, perih tapi tak mau terkesan meye” kata Jimmo. 

Sebuah single yang sejatinya merupakan sekuel lanjutan dari single The Kadrijimmo sebelumnya “Seandainya Aku Bisa Terbang” (release valentine day tahun lalu), yang merupakan remake karya Yovie Widianto, dari Album Kahitna, Cerita Cinta (1993), yang video klip nya dibuat di Tokyo, Jepang tahun lalu.

Sebuah perjalanan yang melelahkan! Dimana akan selalu ada pilihan untuk palingkan muka dan berpindah kelain hati. Tokyo, Jakarta dan Sydney, bukanlah sebuah hambatan bagi para pecinta yang terbebas dari sekat ruang dan waktu.

Kemegahan Sydney Opera House beserta kesunyian Sydney Rouse Hill House Farm, menjadi latar utama dalam pembuatan video klip The KadriJimmo kali ini. Sutradara Reksa Fajar Ramadhan, yang tengah menyelesaikan kuliah lanjutannya di University of Sydney (Master of Moving Image) turut meleburkan koreografi penari kontemporer berkebangsaan Jepang, yang menetap di Sydney Australia, Mei Yamada.
 
Hardi Budi (fotografer pemenang berbagai award internasional) dan Dedi Dude (design grafis pemenang AMI AWARDS 2016) berkolabolasi dalam elaborasi penciptaan artwork serta desain grafis yang sangat mantul. 

“Siluet penari kontemporer wanita berlatar belakang sutera merah terasa sangat memikat dengan pemilihan warna emas pada logo band yang disertai dengan coretan sederhana dari judul single The KadriJimmo kali ini, “Ingin Punya Pacar Lagi”.
 


NES dari Helen Dwi Kirana, label premium yang dipilih menjadi supporting partner dalam penyediaan wardrobe dari single The KadriJimmo kali ini. 

Saat udara kota Sydney bisa mencapai 40°C dibulan ke 12, Kadri dan Jimmo harus menggunakan setelan overcoat sentuhan Indonesia keren sebagai konsekuensi dari alur cerita video klip. “Isn’t it hot?”, seorang Sydney siders bertanya kepada Kadri, sesaat Kadri terdiam lalu menjawab, “I’m making a movie”, sambil terpanggang matahari. Sepenggal cerita unik untuk tuntutan profesi.
 
The KadriJimmo kembali menunjuk Rendy Pandugo sebagai Musik Produser. 

Sentuhan orkestrasi yang pas dari Alvin Witarsa juga membangun citra “Ingin Punya Pacar Lagi” menjadi semakin kuat.
 
Kini, bersama Aquarius Musikindo, The KadriJimmo yang terdiri dari Kadri dan Jimmo (vokal), Iyun (drum), Noldy (gitar), Broto (bass), dan Reynold Silalahi (piano), sadar betul bahwa untuk menciptakan kelangsungan hidup sebuah band, diperlukan upaya militan dan berkelanjutan dari masing-masing personil. 

Platform sosial media merupakan sebuah sarana yang tepat untuk menarik perhatian follower nya. Dewasa ini dirasa sudah tidak ada lagi sekat-sekat industri yang memisah diantara penampil dan penikmatnya, semuanya telah melebur. Konstelasi ini dirasa memerlukan sebuah taktik dagang yang cermat, “Being a musician makes you an entrepreneur”.

Akankah The KadriJimmo kembali mencuri perhatian seperti karya–karya mereka yang sudah-sudah? Seperti single tahun lalu “Seandainya Aku Bisa Terbang”; EP Tanah Sang Pemberani (2015) yang kental power pop nya; Ataupun kolaborasi epic mereka dengan Ibu Sri Mulyani Indrawati, Once Mekel, Addie Ms City of Prague Philharmonic Orchesrtra pada single “Srikandi” di tahun 2012; Atau juga Album Indonesia Hebat mereka tahun 2009?
 
“Semua evolusi dan perjalanan itu akan saya aminkan sepenuh jiwa, karena sayapun juga turut membuka layar dan mengerakkan kapalnya.” Tutup Jimmo.

Penulis : Arien Pranawa AB

Editor : Fritz Wongkar