Universitas Alternatif dan Geliat Literasi Di Makassar

Universitas Alternatif dan Geliat Literasi Di Makassar
Prof. Dr Qasim Mathar membawakan materi Hermeneutika dalam kelas Rumah Kajian Filsafat (RKF), Sabtu (16/2).

KabarMakassar.com -- Prof. Dr Qasim Mathar membawakan materi Hermeneutika dalam kelas Rumah Kajian Filsafat (RKF), Sabtu (16/2). Antusias Prof Qasim Mathar sangat besar terhadap komunitas literasi seperti RKF karena berorientasi humanis dan mencerdaskan.

Geliat literasi hanya dihidupkan segelintir kalangan saja di sulawesi biasanya gerakan ini jadi trend dikalangan aktifis, akademisi dan pemerhati ilmu pengetahuan saja, namun kali ini Qasim Mathar sangat berharap masyarakat umum juga punya insting literasi yang besar guna kemajuan bangsa, karena pondasi peradaban itu di dasari oleh kualitas dan intensitas literasinya.

Sitti Indah Khanazahra mahasiswi pascasarjana filsafat UIN selaku koordinator RKF mengungkapkan bahwa kelas Rumah Kajian Filsafat ini selain bertujuan pemantik geliat literasi di Makassar juga sebagai universitas alternatif bagi masyarakat dan siapa saja yang ingin belajar. 

"Pesertanya sebagian besar dari kalangan akademisi, mahasiswa, dosen dan pegawai. 

Kami tak membatasi peserta kelas siapa saja bisa ikut kelas kami selama dia ingin belajar, karena RKF ini adalah forum pengkajian ilmu pengetahuan dan gerakan pembumian literasi," ungkap Sitti.

Sebelumnya sudah banyak narasumber yang di undang dalam memberi pencerahan seperti cendekiawan Ahmadiyah, toko Ahlul Bait dan tokoh-tokoh lain yang dianggap kredibel dan punya kapasitas berbicara menyampaikan pengetahuan.

Penulis : Mirwanto

Editor : Fritz Wongkar