Rangkaian HUT Pinrang ke-59, di Masa Akhir Jabatan Aslam Patonangi

Rangkaian HUT Pinrang ke-59, di Masa Akhir Jabatan Aslam Patonangi
Bupati Pinrang, Aslam Patonangi buka Porseni Pinrang rangkaian HUT Pinrang ke-59. (ist)

KabarMakassar.com -- Pemerintah Kabupaten Pinrang telah menyiapkan kegiatan dalam rangkaian HUT Pinrang yang ke-59. Dimana kegiatan merupakan bagian dari akhir masa jabatan Bupati Pinrang, Aslam Patonangi.

Bupati dua periode menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan untuk mengakhiri masa jabatannya pada April 2019 mendatang. Rangkaian kegiatan yang diadakan di HUT Kabupaten Pinrang antara lain, Pekan Olahraga dan Seni, Seminar IT, dan berbagai kegiatan organisasi kepemudaan di Pinrang.

Aslam mengatakan, momen diakhir jabatannya ini merupakan momen kebersamaan, untuk itu berbagai rangkaian kegiatan di HUT Pinrang ke-59. 

"Ada banyak rangkaian kegiatan, ini momen kebersamaan, dimana ada Porseni, ada seminar dan dialog juga dan beberapa kegiatan kepemudaan. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi perekat masyarakat Pinrang, setalah Pilkada karena kita tidak bisa pungkiri bahwa Pilkada berpotensi mengfragmentasi masyarakat kita dan sekat-sekat yang mengfragmentasi masyarakat kita inilah yang mau kita cabut," ucap Aslam Patonangi, Senin (11/2).

Rangkaian kegiatan Porseni dan Seminar digelar sebelum puncak perayaan HUT Pinrang ke-59 yang jatuh pada 19 Februari 2019. 

Seminar IT yang bakal digelar Pemkab Pinrang juga mengacu pada dampak revolusi 4.0 terhadap penyelegaraan pemerintahan daerah di era Disruptive, kegiatan tersebut bakal dimulai pada 14 Februari 2019 mendatang. Hal tersebut disampaikan Sekda Pinrang, Islamuddin.

"Kegiatan tersebut sangat penting, karena kedepan mau tidak mau, kita akan berhadapan dengan aplikasi yang ada," kata Islamuddin.

Anggaran dari rangkaian kegiatan tersebut kata Sekda Pinrang, Islamuddin jika telah dianggarkan oleh APBD melalui SKPD masing-masing, adapun SKPD yang tidak memiliki anggaran seperti Dispaspor maka akan diminta kontribusi staff SKPD tersebut juga ada dari BUMN dan pihak pengusaha.

"Jumlah anggaran susah saya tentukan karena ada di SKPD masing-masing yang akan menyesuaikan," tutup Islamuddin.
 

Penulis : Sulistiawati

Editor : Fritz Wongkar