Kronologi Penganiayaan Penjaga Sekolah oleh Orangtua Murid di Takalar

Kronologi Penganiayaan Penjaga Sekolah oleh Orangtua Murid di Takalar
Faisal Pole (34) korban penganiayaan murid dan orang tua siswa di SMPN 2 Galesong, Senin (11/2).

KabarMakassar.com -- Penjaga sekolah atau bujang sekolah di SMPN 2 Galesong mendapatkan perlakuan kasar oleh orangtua murid beserta 4 siswa sekolah kelas 1 SMPN 2 Galesong.

Faisal Pole (38) tiba-tiba mendapatkan pukulan dari tangan orangtua murid inisal DS. Ia dipukuli menggunakan gagang sapu yang terbuat dari besi, akibatnya ada 8 jahitan berada dikepala Faisal Pole. 

Bermula saat Faisal membersihkan sekolah, tiba-tiba murid kelas satu SMPN 2 Galesong mencaci maki Fasial dengan kata-kata kasar. Faisal menegur murid tersebut, tak menerima ditegur para siswa melaporkan kejadian tersebut kepada orang tuanya.

Salahsatu orang tua murid yakni DS, datang dan memukuli Faisal hingga membuat siswa sekolah histeris dan melihat kepala Faisal berdarah. Tak lama berselang kejadian tersebut behenti saat beberapa staf pengajar datang mengamankan orang tua murid yang memukuli bujang sekolah tersebut.

"Ada empat anak-anak seingat saya itu caci maki saya, saya tegur dan sampaikan tak boleh begitu nak. Tiba-tiba orang tuanya datang dan memukuli saya pake sapu yang gagang besi itu, ini ada 8 jahitan di kepalaku,"kata Faisal Pole, Senin (11/2).

Kasus ini ditangani Polsek Galesong Selatan dan selanjutnya diserahkan ke Unit PPA Polres Takalar. Dimana pihak sekolah memanggil para orangtua murid tersebut namun tak satupun yang datang ke sekolah.

"Kita serahkan ke kepolisian, dimana kami sudah beruapaya mediasi, namun orangtua murid yang bersangkutan tak datang ke sekolah, yah kami serahkan ke kepolisian saja,"ujar Faisal.

Empat siswa sekolah tersebut masih berada di kelas 1, ia memaki Fasial Pole yang bertugas sebagai bujang sekolah di SMPN 2 Galesong saat jam pelajaran sekolah hendak di mulai.

Penulis : Saleh Sibali

Editor : Fritz Wongkar