Sidak Ruang Kerja Balitbangda, Wagub Temukan ASN Merokok

Sidak Ruang Kerja Balitbangda, Wagub Temukan ASN Merokok
Wakil Gubernur melakukan sidak di kantor Balitbangda Pemprov Sulsel, ia menemukan ASN merokok di area bebas rokok, Jumat (8/2).

KabarMakassar.com -- Wakil Gubernur Sulawesi-Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, mengeluarkan surat edaran tentang implementasi aturan penegasan pelaksanaan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sulsel.

Hal tersebut dilakukan setelah Andi Sudirman melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) dan mendapati salah satu ASN yang sedang merokok di kawasan tanpa rokok, di dalam gedung Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (7/2) kemarin.

Setelah menegur, Andi Sudirman langsung menginstruksikan kepada seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemprov, agar taat pada Peraturan Gubernur tentang larangan merokok di kawasan perkantoran.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Pemprov Sulsel, Ikbal Suhaeb, membenarkan hal itu. Ia mengatakan, Wagub sidak sambil jalan menuju mesjid untuk Shalat Ashar.

"Karena waktu shalat masih cukup lama, Pak Wagub menyempatkan diri untuk silaturrahmi di ruangan-ruangan koridor sepanjang perjalanan ke masjid. Pak Wagub naik di lantai tiga Kantor Balitbangda dan menemukan staf yang bekerja sambil merokok dalam ruangan," Ikbal Suhaeb.

"Jadi, beliau mengingatkan staf tersebut tentang Perda Sulsel mengenai area bebas rokok. Beliau juga menyampaikan pada yang bersangkutan, selain melanggar Perda juga merusak kesehatan. Karena, merokok di ruang ber AC dan ada beberapa staf lainnya yang korban akibat asap rokok tersebut," ungkap Ikbal, saat dihubungi via telepon, Jumat (8/2).

Ia mengaku sudah memperingati yang bersangkutan, dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Seperti diketahui, sebagaimana diatur dalam PP 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2015 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Di dalam Perda ini, setiap oknum yang melanggar Perda tersebut, akan dipidana selama tiga bulan dan denda Rp 1 juta. 

Penulis : Prisanto

Editor : Fritz Wongkar