Ini Hasil Pertemuan Walikota dengan Kedutaan Belanda

Ini Hasil Pertemuan Walikota dengan Kedutaan Belanda
Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto memimpin pertemuan dengan Kedutaan Besar Belanda (Kedubes Belanda) di ruang kerja Balaikota Makassar, Kamis (7/2).

KabarMakassar.com -- Pemerintah Kota Makassar (Pemkot Makassar) melakukan pertemuan dengan Kedutaan Besar Belanda (Kedubes Belanda) di ruang kerja Balaikota Makassar, Kamis (7/2).

Dalam pertemuan antara Pemkot dan Kedubes Belanda, Carol De Groot membahas kerjasama delegasi dagang Belanda, serta terkait persoalan-persoalan apa saja yang biasa dikerja samakan.

"Jadi kunjungan dari pak Sekda pertama di Kedutaan adalah menjajaki kemungkinan delegasi dagang mereka datang ke Makassar 22-23 Februari mendatang, jadi dia menjajaki persoalan apa yang bisa dikerjasamakan, nah ternyata banyak hal tadi dan dia mendapatkan penjelasan detail, kebetulan yang dia tanyakan menyangkut teknikal karena kebetulankan saya juga konsultan sebelumnya", kata Wakilota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto

Danny Pomanto sapaan akrab Walikota mengatakan jika, Pemkot harus punya data tentang negara-negara lain dengan minat masing-masing.

"Pemerinta kota itu harus punya sains atau data tentang negara-negara dengan minat masing-masing. Belanda itu minatnya main air gitu, makanya kita tadi cerita tentang air" ujarnya.

Danny melanjutkan pembahasan mengenai beberapa hal yang menyangkut air yang menjadi persoalan masyarakat Kota Makassar selama Ini seperti banjir, air bersih, sanitasi dan reklamasi.

"Persoalan dari banjir yaitu kanal-kanal kemarin saya sampaikan ke pak Wapres RI, yang kedua persoalan air bersih kita di selatan memang disuplai air bersih dari sungai jeneberang tapi karena jauh distribusinya ke utara maka kita tetap butuh Sungai Tallo. Kemudian yang ketiga persoalan sanitasi di daerah-daerah, selama ini juga sudah dibantu oleh berbagai macam negara. Dan yang ke empat soal reklamasi dan ini yang paling tertarik"tuturnya.

Saat dikonfirmasi dengan pihak kedutaan Belanda mereka tidak menjawab dengan alasan wawancara harus melalui humas.

"Kami tidak bisa memberikan komentar silahkan hubungi humas Kedutaan Belanda", tutupnya.
 

Penulis : Isak Pasa'buan

Editor : Fritz Wongkar