93 Hektare Sawah di Maros Rusak, Petani Merugi

93 Hektare Sawah di Maros Rusak, Petani Merugi
Daeng Sangkala petani yang merugi pasca banjir menerpa sawah miliknya seluas 2 hektare, Di Desa Bori Kamase, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Kamis (31/1). (Foto: Ardiansah/KabarMakassar.com).

KabarMakassar.com -- Banjir yang menerjang Kabupaten Maros pekan lalu, menyebabkan ratusan hektare sawah milik warga rusak terendam air akibat luapan sungai maros. Seperti yang terlihat desa Bori Kamase, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Kamis (31/1). Ratusan Hektare lahan padi milik petani, yang baru saja ditanam rusak, selain itu banjir juga melenyapkan lahan semaian padi yang mengakibatkan petani merugi. 

"Sudah 7 hari setelah ditanam tiba - tiba terendam banjir luapan sungai, ada 2 Hektare sawah yang saya garap disini semuanya rusak, dan sudah tidak ada biaya lagi, kerugian ada 2 juta pak kalau sudah dihitung-hitung, saya berharap adanya bantuan dari pemerintah untuk membantu meringankan beban kami penggarap". Jelas Daeng Sangkala.

Data Dinas Pertanian Kabupaten Maros, sebanyak 93 hektare dari 9 Kecamatan lahan persawahan petani rusak pasca terendam banjir, kecamatan terparah yakni di Kecamatan Turikale.

"Pasca bencana banjir yang terjadi pekan lalu, kurang lebih 93 hektare lahan persawahan dari 9 kecamatan rusak terendam banjir, dan yang terparah itu di kecamatan turikale dengan luas tanam 888 hektare dan yang rusak atau puso 50 hektare". Jelas Muh Nurdin saat ditemui.

Diketahui 9 kecamatan yang mengalami dampak kerusakan lahan persawan yaitu di kecamatan turikale, kecamatan bantimurung, kecamatan lau, kecamatan maros baru, kecamatan marusu, kecamatan simbang, kecamatan cenrana, kecamatan bontoa serta kecamatan moncong loe.

Untuk membantu kerugian yang dialami petani, pemerintah Kabupaten Maros melalui Dinas Pertanian dan ketahanan pangan telah mengusulkan  ke Pemerintah provinsi serta Pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan benih yang diperuntukan bagi para petani.

Penulis :

Editor : Fritz Wongkar