Dubes RI untuk Australia Temui Gubernur , Ini Bentuk Kerjasamanya

Dubes RI untuk Australia Temui Gubernur  , Ini Bentuk Kerjasamanya
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah menjamu kedatangan Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Australia, Y. Kristiarto S. Legowo di Lounge, Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (29/1).

KabarMakassar.com -- Gubernur Sulawesi Selatan HM Nurdin Abdullah menerima audiensi Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Australia, Y. Kristiarto S. Legowo di Lounge, Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Selasa (29/1).

Kunjungan ini dalam rangka penguatan hubungan antara Indonesia bagian timur dengan Australia bagian utara dalam berbagai bidang. Dimana Sulsel memiliki peranan penting dan strategis di kawasan ini. 

"Terima kasih atas waktunya, saya masuk ke daerah Pak Gubernur. Kami hadir kira-kira peluang apa yang bisa dimanfaatkan," kata Kristiarto. 

Kristianto menyebutkan, senang mendengarkan karena NA dan Pemprov sebelumnya memiliki rencana berkunjung ke Negeri Kanguru tersebut. Namun, diurungkan karena terjadi bencana di Sulawesi Tengah pada akhir September tahun lalu. 

Kristiarto menyampaikan bahwa Presiden RI Joko Widodo saat menerima kunjungan Pemerintah Australia beberapa waktu lalu untuk meningkatkan hubungan pemajuan antara Australia bagian utara dan Indonesia bagian timur. 

"Saat ini kota sedang merampungkan kerja sama dokumennya ekonominya. Dalam konteks peningkatan ekonomi, peningkatan arus barang, pariwisata dan investasi," jelasnya.

Kristiarto juga menyampaikan, akan meningkatkan kuota sebanyak 5.000 kesempatan bagi warga Indonesia untuk berlibur sambil bekerja. 

Sementara itu, dia berharap berbagai kesempatan ini untuk dimanfaatkan. Alasan mereka bekerja sama dengan Sulsel karena dinamika pertumbuhannya tertinggi di Indonesia.  Untuk Sulsel dalam pengembangan kerjasama di bidang peternakan, dia menyarankan untuk bermitra dengan negara bagian Queensland Australia. 

Australia dikenal dengan pembibitannya, sedangkan Sulsel (Indonesia) pada pengemukan. 

Sementara NA, menyampaikan bahwa rencana kunjungan pada November tersebut telah dipersiapkan namun ditunda karena terjadi bencana di Sulteng, dimana Sulsel harus mengambil peran besar untuk membantu. 

"Kita sebagai penyangga tidak bisa kita tinggalkan karena ada juga pengungsi masuk ke sulsel. Disana rumah sakit tidak bisa berfungsi normal," jelasnya. 

NA menyebutkan berbagai potensi peluang akan dijajaki. Termasuk soal kemitraan khusus kemitraan daging.  
"Kita sudah bicarakan dan makanya fokus ke situ," ujar NA. 

NA berharap agar Dubes Australia untuk Indonesia ini menjadi jembatan dalam bermitra dengan Australia. 

"Kami siap bermitra, kita di Indonesia potensi besar, tetapi kita krisis inovasi dan teknologi. Apalagi di era digital ini kita harus berkembang," kata NA. 

Usai pembahasan NA mengajak Kristiarto dan rombongan untuk santap siang di Lounge Kantor Gubernur. 

"Saya mengajak Bapak makan siang dulu, Pak JK (Wapres) juga kemarin di sini," ajaknya.

Penulis : Redaksi

Editor : Fritz Wongkar