Kadinsos Tator: Kasus Pemerkosaan Anak Dihukum Berat

Kadinsos Tator: Kasus Pemerkosaan Anak Dihukum Berat
Kepala Dinas Sosial Tana Toraja, Marianus Batara (Foto: Andarias Padaunan).

KabarMakassar.com -- Kasus persetubuhan di Toraja menjadi perhatian serius, bagaimana tidak awal tahun 2019 tercatat 7 kasus pemerkosaan yang melaporkan kejadian dialami korban ke Mapolres Tana Toraja, dan 4 kasus diantaraya kasus persetubuhan terhadap anak dibawah umur.

Kepala Dinas Sosial Tana Toraja, Marianus Batara mengatakan jika kasus ini harus diselasaikan dan meminta polisi untuk menghukum seberat-beratnya kepada pelaku pemerkosa, terlebih kasus yang menjadi korbannya anak dibawah umur.

"Kami mendampingi saat ini 4 kasus persetubuhan anak dibawah umur di wilayah Tana Toraja, jelas kami berharap Polrestabes Tana Toraja menegaskan jika para pelaku dihukum seberat-beratnya"kata Kadinsos Tana Toraja, Marianus Batara, Selasa (29/1).

Marianus merinci jika para korban yang saat ini mendapatkan pendampingan dari Dinas Sosial Tana Toraja diantaranya,

1. Korban Berinisial ATP, Warga asal Kecamatan Rembon.
2. Korban Berinisial AP, Warga asal Malimbong Balepe
3. Korban MP, Warga asal Kecamatan Makale Utara.
4. Korban GT, Warga asal Rantetayo.

Ia menambahkan jika keempat korban saat ini masih dalam pendampingan Dinas Sosial Tana Toraja.

"Sebagai pekerja sosial perlindungan anak, yang diatur dalam pasal 27 ayat 3 UU RI nomor 11 tahun 2012, tentang sistem peradilan pidana anak. Pekerja sosial mendampingi baik anak pelaku, korban atau saksi"kata Marianus Batara.
 

Penulis : Andarias Padaunan

Editor : Fritz Wongkar