Pasca Banjir, Taman Nasional Bantimurung Rugi Rp500 Juta

Pasca Banjir, Taman Nasional Bantimurung Rugi Rp500 Juta
Taman Nasional Bantimurung (Foto: Ardiansah/KabarMakassar.com)

KabarMakassar.com -- Obyek wisata taman nasional Bantimurung mengalami kerugian senilai Rp500 Juta, hal tersebut terjadi pasca bencana banjir melanda Kabupaten Maros dan sekitarnya, pada Selasa (22/1) lalu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kabudayaan (Disbudpar) Kabupaten Maros, Kamaluddin Nur mengatakan, jika ditafsir kerugian yang dialami Bantimurung sekira Rp500 juta, dimana  lokasi air terjun Taman Nasional Bantimurung, mengalami kerusakan beberapa infrastruktur dan hanyut terbawa arus banjir. 

Selain itu dikatakan Kadisbudpar Maros, Kamaluddin Nur jika jembatan di kawasan BAntimurung tersebut juga putus akibat banjir menerjang obyek wisata Maros tersebut. "Fasilitas yang rusak dilanda banjir yakni Gasebo, dan faslitas umum lainya, serta jembatan yang putus"kata Kamaluddin, Sabtu (26/1)

Ia menyampaikan dengan adanya kerusakan wisata ini ditutup untuk sementara waktu, dan secepatnya harus diperbaiki agar tidak ketinggalan. 

"Jadi fokus dulu melakukan pembenahan untuk mengaktifkan kembali potensi pariwisata khususnya di Air Terjun Bantimurung,"katanya.

Kamaluddin Nur mengatakan jika kabupaten Maros, tiap tahun dilanda banjir, namun banjir tahun ini merupakan banjir terparah mencapai leher orang dewasa. 

"Selain kerusakan, area Taman Nasional Bantimurung juga dipenuhi lumpur, dan kami sudah koordinasi kepada sejumlah pihak untuk pemulihan area diantaranya TN Babul, PLN, BPBD dan Pemadam kebakaran khususnya untuk membersihkan lumpur", tambahnya.

Pihak Disbudpar di Bantimurung Maros ini, sementara melakukan pembersihan lumpur, dan sudah berlansung tiga hari sejak air mulai suruh pada Kamis (24/1). Dan akan ditargetkan selesai hari Minggu ini,"katanya.

Perlu diketahui selain Kabupaten Maros dilanda banjir, juga Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Kabupaten Soppeng, Jeneponto, Wajo, Barru, Bantaeng, Sidrap, dan Pangkep.
 

Penulis :

Editor : Fritz Wongkar