Hotel Ini Ditunjuk Sebagai Duta Halal. Kok Bisa ?

Industri Pariwisata Berbenah

Hotel Ini Ditunjuk Sebagai Duta Halal. Kok Bisa ?

KabarMakassar.com --- Pasca tersertifikasi Halal, Hotel Aston akhirnya di angkat menjadi Duta Halal. Sebagai satu-satunya dapur hotel di kota Makassar yang mendapatkan sertifikat halal MUI, Hotel ini kembali di percayakan menjadi duta Halal.

Kepercayaan itu terbukti setelah LPPOM MUI memberikan penghargaan ke Hotel ini di sela-sela kegiatan Pelatihan Sistem Jaminan Halal yang di laksanakan di lantai 18 Ballroom Aston Makassar Hotel & Convention Center, Jumat 18 Januari 2018 lalu.

Sebelumnya Hotel Aston berhasil menerima Sertifikat Dapur Halal dari LPPOM MUI Sulsel pada 5 Oktober 2017 yang lalu. Ternyata di Sulsel baru dua dapur hotel yang bersertifikat halal yaitu dapur hotel Aston Makassar dan dapur Hotel Pantan di Toraja.

Hal ini seperti disampaikan Kabid sosialisasi LPPOM MUI Sulsel Raudatul Jannah Syarif. Kehadiran LPPOM MUI, lanjunya selain mengadakan pelatihan kepada perusahaan yang belum tersertifikasi maupun sudah tersertifikasi halal, LPPOM MUI juga ingin mengangkat status Hotel Aston sebagai dari tersertifikasi menjadi duta halal

"Dari awal kegiatan kami memang merencanakan dua kegiatan ini secara bersamaan. Selain mengadakan pelatihan, LPPOM MUI juga memberikan penghargaan sebagai Duta Halal dan Pelopor Dapur Halal Hotel kepada Aston Makassar Hotel & Convention Center" kata Raudatul Jannah.

Ditempat yang sama Joko Budi jaya selaku General manager hotel Aston merasa bangga sekaligus kaget dengan penghargaan yang di berikanoleh LPPOM MUI.

“Saya kaget atas gelar ini. Saya tidak tahu kalau usaha saya beserta jajaran manajemen halal Aston Makassar Hotel dengan cepat diapresiasi oleh LPPOM MUI yang kemudian ditunjuk sebagai Duta Halal & Pelopor Dapur Halal Hotel,” ungkap Joko Budi Jaya setelah menerima gelar tersebut.

Ditambahkan olehnya, perjuangan untuk mendapatkan sertifikasi halal dari LPPOM MUI tidaklah mudah namun Joko Budi terus mengajak teman-teman hotelier untuk  untuk segera mensertifikasi dapurnya menjadi Dapur Halal didasarkan keinginan untuk mensosialisasikan dan memastikan bahwa produk yang disuguhkan kepada para pelanggan adalah halal baik secara substansi dan administrasi.

“Harapan saya kedepannya atas gelar ini, Makassar sebagai kota besar dan salah satu pintu Indonesia Timur yang dalam target pariwisatanya mengenalkan objek wisata kuliner sudah saatnya dan sepantasnya menjadi kota yang mempelopori wisata dengan kuliner halal,  baik di hotel maupun di pusat-pusat wisata kuliner  lainnya sehingga wisatawan yang datang khususnya yg muslim tdk ragu lagi menikmati sajian kuliner di Kota Makassar,” ungkapnya. (*)

Penulis Wawan Indrawan

Penulis :

Editor :