Kapolres Tak Hadirkan Tersangka Korupsi Jalan Laston Bontobahari

Kapolres Tak Hadirkan Tersangka Korupsi Jalan Laston Bontobahari
Polres Bulukumba gelar konferensi pers tanpa tersangka kasus korupsi jalan laston Bontohari, Bulukumba, Jumat (18/1).

KabarMakassar.com -- Polres Bulukumba melakukan konferensi pers terkait kasus Korupsi Proyek Jalan Laston PPI di Aula Polres Bulukumba Jumat, (18/1). Kkonfrensi pers ini dilakukan berkaitan dengan kasus pada hari Rabu, 16 Januari 2019  pihak Tipikor Polres Bulukumba menahan 4 orang tersangka kasus korupsi jalan laston PPI Bulukumba, dimana dua orang adalah ASN dan dua lainnya adalah pelaksana kegiatan.

Keempatnya adalah HA yang merupakan Ketua Pokja atau PPATK, ISR selaku pejabat pembuat komitment, FA selaku pelaksana penyedia dan SP selaku koordinator pengawas.

Dalam konferensi pers ini  ke empat tersangka tidak dihadirkan dengan alasan menjaga nama baik keluarganya.

"Kan mereka baru jadi tersangka belum jadi terdakwa jadi statusnya masih dalam praduga tak bersalah,” jelas Kapolres Bulukumba AKBP Syamsu Ridwan.

Meski demikian kapolres menegaskan bila ke empatnya telah ditahan didalam sel tahanan Mapolres Bulukumba. Hal senada dengan Kasat Reserse Bulukumba AKP Berry Juana Putra yang mengatakan bahwa tidak dihadirkan dalam konfrensi pers ini karena belum ada vonis inkra dari pengadilan.


"Jadi harus ada putusan pengadilan baru tersangka bisa dihadirkan, belum lagi dalam penanganan kasus korupsi memiliki tahapan yg panjang, jadi kita masih menunggu hingga P21", jelasnya.

Hal ini berbeda ketika pihak Polres Bulukumba melakukan konfrensi pers terkait kasus lain seperti begal, penyelundupan motor, narkoba dan kasus pencurian lainnya yang justru tersangkanya dihadirkan dalam konfrensi pers.

Salah seorang Jurnalis media online, Musdalifa mengatakan bahwa pihak polres Bulukumba dalam menangani kasus korupsi ini tidak adil terbukti dengan Beberapa wartawan yang hadir juga sangat kecewa saat konfrensi pers yang dianggap merupakan keberhasilan polres ini.

“Saya sangat menyayangkan pihak Polres Bulukumba tidak mau menghadirkan tersangkanya pada konfrensi pers, sangat jelas kekecewan teman-teman terbukti dengan beberapa Jurnalis langsung meninggalkan ruangan setelah acara selesai,” jelasnya.

Musdalifa juga mengatakan justru kasus korupsi yang tersangkanya harus ditampilkan dipublik.

 “Bukannya kasus korupsi itu meruapakan extra ordinary crime atau kejahatan luar biasa, KPK saja sekarang selain menggunakan rompi juga melakukan borgol kepada para tersangka korupsi dan senantiasa dihadirkan saat konfrensi pers,” tambahnya.

Salah seorang wartawan online, Sufri bahkan mempertanyakan tidak dihadirkannya para tersangka saat konferensi pers dan bahkan kekecewaan tersebut juga diperlihatkan salah satu wartawan TV Mustari yang sebelumbya sudah semangat untuk meliput dan saat konfrensi pers digelar para terasangka tidak kelihatan batang hidungnya.

Muncul dugaan bahwa pihak kepolisian di intervensi dari keluarga tersangka untuk tidak mempublish foto para tersangka sendiri. Namun hal ini dibantah oleh Kapolres Bulukumba dan mengatakan tidak ada intervensi namun murni karena persoalan perasaan.

“ini murni soal perasaan, tidak ada sedikitpun intervensi dari siapa pun,” kata Kapolres Bulukumba, AKBP Syamsu Ridwan.

Penulis : Fitriani Lestari

Editor : Fritz Wongkar