Mungkinkah Prabowo,Jadi Cawapres Jokowi

Oleh Canny Watae

Mungkinkah Prabowo,Jadi Cawapres Jokowi

KabarMakassar.com,--Ketika statement Prabowo "demi kepentingan bangsa dan negara" diarusutamakan media beberapa hari lalu, menyangkut tawaran untuk menjadi cawapres-nya Joko Widodo pada pilpres mendatang, banyak pihak yang langsung Ge-eR. Terlalu merasa. Ada yang sampe "bikin gara gara" dengan berkomen di wall saya. 

Statement berlevel Negarawan itu hanya mampu mereka pahami dalam level politik-praktis. Mungkin karena malas baca plus tak bisa menela'ah pesan teks yang dituliskan media. Tampak telah menjadi alat untuk menghibur diri atas kenyataan stagnannya elektabilitas Joko Widodo menuju Pilpres 2019. Stagnannya di bawah prosentase 50 pula.

Joko Widodo maju lagi dalam kontestasi Pilpres 2019 adalah kepentingan politik dan pribadi yang bersangkutan. Itu BUKAN kepentingan bangsa dan negara. Kepentingan bangsa dan negara jauh di atas sekedar kepentingan politik dan pribadi Joko Widodo. Bisa jadi malah, melihat stagnannya laju pertumbuhan perekonomian Negara disertai menumpuknya utang Negara di bawah rezim Joko Widodo, kepentingan bangsa dan negara ini adalah MENGGANTI Joko Widodo dari posisinya tahun depan. Ini belum kita masukkan faktor kacaunya ketatanegaraan selama Joko Widodo menjabat. 

Saya kira, melihat style seorang Prabowo Subianto, untuk memperbaiki dan meningkatkan kehidupan berbangsa dan bernegara di republik ini, bukanlah dengan cara setengah-setengah. Ia masuk ke kancah politik nasional dengan MEMBANGUN partai politik (yang terbukti dalam waktu 10 tahun saja mampu menjadi parpol papan atas). Dia tegas mengatakan: Ya, saya ingin kekuasaan (untuk mengatur bangsa ini menuju kemajuan sesuai platform politik yang di atasnya ia dan parpolnya berdiri). Menjadi calon Wapres saja bukan sepenuh penuhnya tujuan. Apalagi calon Wapres bagi Joko Widodo, yang berbagai kebijakannya, terutama utang luar negeri, akan menjadi masalah bagi bangsa ini di masa datang. Belum lagi kecenderungan Joko Widodo untuk jual bandara, jual pelabuhan, jual jalan tol  adalah isyarat terang benderang bahwa ia berdiri pada platform Ekonomi Liberal. Platform yang berseberangan dengan pandangan Prabowo Subianto.

Penulis :

Editor :