Pelaku Asusila Terhadap Difabel Wajib Lapor di Mapolres Tana Toraja

Pelaku Asusila Terhadap Difabel  Wajib Lapor di Mapolres Tana Toraja
Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, AKP Jhon Paernunan (Foto: Andarias/KabarToraja.com)

KabarMakassar.com -- Polres Tana Toraja menangani serius kasus asusila yang dilakukan seorang guru honorer terhadap penyandang difabel di Kecamatan Bonggakardeng, Kabupaten Tana Toraja. Hal tersebut disampaikan Kasat Reskrim AKP Jon Paerunan, Rabu (16/1).

Kasat Reskrim AKP Jon Paerunan, mewakili Kapolres Tana Toraja memberikan penekanan bahwa Polres Tana Toraja sangat serius dalam menangani kasus pelecehan seksual (dugaan pemerkosaan) terhadap korban yakni Perempuan JPB (36) yang merupakan penyandang difabel dan terlapor yakni PL (40) yang merupakan guru honorer.

"Penyidik Sat Reskrim Polres Tana Toraja saat ini sudah melakukan pemeriksaan saksi-saksi namun belum menerima hasil VeR (Visum et Revertum) dari Dokter, tinggal kita menunggu keterangan ahli yang dalam hal ini Dokter Psikiatri dari Rumah Sakit Lakipadada, sehingga bila ke semua alat bukti penyidikan telah terkumpul, maka berkas penyidikan akan dirampungkan" tambah AKP Jon Paerunan.
  
Untuk diketahui jika kasus ini sendiri dilaporkan pada tanggal (2/1) di SPKT Polres Tana Toraja sesuai dengan laporan Polisi Nomor : LPB / 03/I/2019 tanggal 2 Januari 2019.

Oknum pelaku pelecehan seksual tersebut, sebelumnya sudah diamankan di Mapolres Tana Toraja, Minggu (2/1) oleh personil Polsek Bonggakaradeng yang dipimpin oleh Bripka Zamuel Panggeso bersama 3 anggota polsek Bonggakaradeng dan telah dilakukan pemeriksaan oleh Penyidik Sat. Reskrim Polres Tana Toraja kemudian dikembalikan kerumahnya dan harus melakukan wajib lapor ke Polres Tana Toraja. 

Dikonfirmasi terpisah diruang kerjanya Kapolres Tana Toraja AKBP Julianto P. Sirait, menjelaskan bahwa tersangka saat ini belum diamankan kembali di Polres Tana Toraja karena masih menunggu keterangan ahli dari Rumah Sakit Lakipadada (Dokter Psikiatri). 

"Kami sangat serius menangani kasus ini, apalagi banyak mendapatkan sorotan dari media dan pemerhati penderita difabel. Kami juga berharap bahwa masyarakat maupun orang tua mendapatkan pelajaran dari kasus ini, ketika ada kasus yang sama agar cepat dilaporkan sehingga secepatnya dapat dilakukan langkah-langkah kepolisian” tambah Kapolres AKBP Julianto Sirait.

Sebagai komitmen Polres Tana Toraja terhadap kasus yang melibatkan penyandan difabel, Rabu (16/1) kemarin, Unit PPA Polres Tana Toraja telah melaksanakan Tahap II penyidikan yakni penyerahan tersangka dan barang bukti ke JPU Kejaksaan Negeri Tana Toraja. 
 

Penulis : Andarias Padaunan

Editor : Fritz Wongkar